Kudus, isknews.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus melalui Puskesmas Jati memberikan tablet penambah darah untuk remaja siswa dan siswi SMA NU Alma’ruf Kudus. Pemberian tablet dilakukan usai upacara bendera yang digelar tiap hari senin disekolah tersebut
Kepala UPTD Puskesmas Jati Ahmad Muhammad menjelaskan, obat penambah darah itu harus diminum oleh siswa-siswi atau remaja dengan alasan, mereka rentan terkena anemia atau kekurangan darah. Pemberian obat penambah darah itu untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) khususnya remaja di Kudus.
“Salah satu sumber manusia yang cerdas itu harus sehat. Gejala kekurangan darah itu sudah banyak terjadi. Jadi, untuk mengingatkan, perlu kampanye minum tablet penambah darah,” ujar Ahmad Muhammad saat memimpin acara minum obat massal di halaman sekolah tersebut, Senin (18/11/2019).

Sebanyak 1290 siswa SMA NU Al Ma’ruf Kudus itupun secara bersama-sama mengkonsumsi tablet tambah darah (TTD) secara serentak. Dengan antusias mereka menelan pil berbentuk merah itu dengan bantuan air minum yang disediakan oleh pihak sekolah.
Amad Muhammad menambahkan pembagian 1209 TTd kepada anak sekolah merupakan bagian dari kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang tengah digalakkan oleh Kementrian Kesehatan RI.

Secara spesifik, dia menyebut konsumsi TTD secara masal ini ditujukan untuk mengurangi resiko anemia atau penyakit kekurangan sel darah merah, yang kerap menimpa kaum remaja. Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap para remaja dapat tumbuh sebagai generasi yang sehat, aktif dan produktif.
“Jangan sampai remaja kita mengidap lesu, letih, lemah, lelah dan lalai (5L) yang menjadi ciri penderita anemia,” lanjutnya.
Untuk itu, pihaknya akan menjadikan progam minum TTD ini sebagai progam rutin yang berkesinambungan. Dimana setiap minggu, nantinya para siswa dan siswi akan mendapatkan dropping TTD untuk dikonsumsi mereka.

“Tablet ini kami berikan setiap seminggu sekali selama empat bulan,” ujarnya.
Untuk meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya konsumsi TTD secara rutin. Puskesmas Jati juga melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan dan pembinaan kepada para siswa. Selain di SMA NU Al Ma’ruf, kegiatan senada juga akan diterapkan di MA Miftahul Ulum dan MA Assalam.
Sementara itu, Shodiqqun, Kepala SMA NU Al Ma’ruf Kudus menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya kegiatan ini sangat mendukung progam bersih, rapi, indah dan sehat (Beris) yang tengah digalakkan oleh sekolahnya.
“Ini merupakan bagian dari tindakan pencegahan penyakit, tentu akan kita dukung,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Silvia Amalina, siswi kelas XII IPA 3 itu mengaku baru pertama kali mengkonsumsi TTD. Meski begitu, dia merasa senang dengan adanya kegiatan ini dan mengaku siap mendukung progam nasional yang dicanangkan Kementrian Kesehatan RI itu. (YM/YM)










