Kudus, isknews.com – Sebanyak 500 orang siswa-siswi MI, RTPQ, dan PAUD Desa Klumpit Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus antusias mengikuti Karnaval Budaya yang digelar Ikatan Guru MI, RTPQ dan PAUD Kecamatan Gebog. Kegiatan tersebut dalam rangka menyambut tahun ajaran baru 2017-2018. Pada Jumat (21/07/2017).
Sejak pukul 14:00 WIB ratusan siswa-siswi yang didampingi guru dan orang tua murid sudah memadati Lapangan Olahraga Desa Klumpit untuk berjalan menuju di jalan protokol di Desa Klumpit dan jalan utama desa tetangga.
Karnaval atau pawai mengelilingi desa dengan diiringi Tim Drumband. Seluruh siswa melaksanakan pawai dengan berkeliling sambil menunjukkan kreatifitas seni Drumband dengan menyanyikan lagu-lagu wajib dan perjuangan.

Penampilan para siswa-siswi tersebut cukup menarik perhatian dengan balutan kostum unik dan pertunjukan drumband dari para siswa.
Salah satu panitia penyelenggara karnaval mengungkapkan, karnaval tersebut diharapkan menjadi ajang untuk memperkenalkan kreativitas seni kepada para siswa.
“Karnaval ini juga dilombakan. Ada empat kategori penilaian yakni kerapihan, barisan, kostum, dan penilaian. Kami berharap karnaval ini bisa membuat kreatifitas siswa-siswi di wilayah Kecamatan Gebog meningkat,” ucapnya saat ditemui wartawan di sela-sela kegiatan karnaval.
Danramil Gebog Kodim 0722 Kudus Kapten Infantri Sukaryono memberikan perintah kepada Pelda Sunaryo yang dibantu oleh Pelda Purwadi, Serka M. Arif, Sertu Witono serta Babinsa Desa Klumpit Sertu Qomarul Hadi yang ikut membantu dalam rangka pengamanan karnaval tersebut. Jajaran tentara Koramil Gebog ini mengaku senang dapat membantu pengamanan karnaval yang berlangsung aman dan tertib. Meskipun harus berpanas-panasan, mendampingi dan mengatur arus lalu lintas dijalan raya.
Sementara itu di tempat yang sama salah seorang peserta karnaval Dewi yang mengenakan pakaian TNI terlihat cantik dan antusias mengikuti karnaval tersebut. Dia mengatakan “Senang karena pakai kostum dan jalan sama teman-teman,” ucap Dewi polos.
Salah seorang guru pendamping mengungkapkan, para siswa sudah beberapa kali mengikuti karnaval. Menurutnya, “karnaval tersebut menjadi ajang untuk mengenalkan anak-anak tentang kegiatan ber karnaval”. Ujarnya. (LR)







