Cerita Dzawil Abshor, Santri Asal Palembang Lulus Hafalan 30 Juz di PTYQR Kudus

oleh -9 Dilihat
Momen haru dan penuh kebanggaan, Dzawil Abshor berfoto bersama keluarga usai dinyatakan lulus hafalan 30 juz Al-Qur’an di PTYQR Kudus. Dukungan dan doa keluarga menjadi bagian penting dalam perjalanan panjangnya meraih pencapaian ini. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM

Kudus, isknews.com – Perjalanan panjang seorang santri asal Palembang, Dzawil Abshor (19), akhirnya berbuah manis setelah ia dinyatakan lulus hafalan 30 juz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Yanbu’ul Qur’an Remaja (PTYQR) Kudus. Pencapaian ini menjadi bagian dari momen Haflatul Hidzaq ke-28 yang digelar pada Senin (27/4/2026).

Dzawil merupakan putra pasangan H. Sumarno dan Hj. Siti Jamilatun dari OKU Timur, Sumatera Selatan. Ia mengaku bersyukur bisa menuntaskan hafalan Al-Qur’an setelah melalui proses panjang dan penuh tantangan selama menempuh pendidikan di pesantren.

“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada para guru yang telah membimbing dengan sabar, juga kepada orang tua dan teman-teman yang selalu memberi dukungan,” ungkapnya.

Ia menuturkan, perjalanan menghafal Al-Qur’an dimulai sejak dirinya masuk kelas 7 MTs di lingkungan PTYQR. Selama kurang lebih tujuh tahun, ia konsisten menjaga hafalan hingga akhirnya berhasil menyelesaikan 30 juz.

Menurutnya, keberhasilan ini bukan hanya soal capaian pribadi, tetapi juga amanah besar yang harus dijaga. Ia pun mengajak sesama santri untuk terus memelihara adab dan semangat dalam menjaga Al-Qur’an.

“Santri harus bisa menjadi teladan di mana pun berada. Bagi para penghafal Al-Qur’an, mari tetap semangat karena ini adalah amanah dari Allah SWT yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh,” pesannya.

Ke depan, Dzawil berencana melanjutkan pendidikan ke Universitas Muria Kudus. Selain itu, ia juga memiliki keinginan kuat untuk mengamalkan ilmu yang telah diperolehnya, khususnya di kampung halamannya di Palembang.

“Setelah mendapatkan sanad, saya ingin mengabdikan ilmu ini kepada masyarakat, terutama di daerah asal saya, dengan metode yang lebih mudah dipahami,” jelasnya.

Sementara itu, sang ibunda, Hj. Siti Jamilatun, tak kuasa menyembunyikan rasa haru dan syukur atas keberhasilan putranya. Ia menyebut capaian tersebut sebagai karunia besar yang diberikan Allah SWT kepada keluarganya.

“Alhamdulillah, ini adalah nikmat luar biasa. Tidak semua keluarga diberi kesempatan memiliki anak yang hafal Al-Qur’an,” tuturnya.

Ia berharap Dzawil dapat menjadi bagian dari Ahlul Qur’an yang istiqamah dan mampu mengamalkan ilmunya untuk kebaikan banyak orang.

“Semoga ilmunya bermanfaat, baik untuk dunia maupun akhirat, dan anak saya bisa terus menjaga hafalannya dengan baik,” pungkasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :