Kasus Transmisi Lokal, Satu Pasien Covid-19 Asal Kecamatan Kota Meninggal Dunia

oleh

Kudus, isknews.com – Update kasus covid -19 di Kudus hari ini satu oreng pasien terkonfirmasi positif asal Kecamatan Kota meninggal dunia. Pasien pria berusia 57 tahun dirawat di RSUD dr Loekmono Hadi dengan penyakit penyerta sejak tanggal 21 Mei 2020 dinyatakan positif pada tanggal 24 Mei 2020.

Dari pantauan media ini, jenazah langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) tak jauh dari kediamannya sesuai protokol penanganan Covid-19. Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kudus, dr. Andini Aridewi, saat dikonfirmasi oleh sejumlah awak media membenarkan hal tersebut.

“Benar, tadi pukul 10.20 WIB ada satu pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia. Sebelumnya pasien tersebut sempat menjalani perawatan intensif di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus sejak tanggal 21 Mei 2020 dengan keluhan sakit paru-paru,” kata Andini, Senin (01/06/2020).

Menurutnya, tanggal 24 Mei 2020, pasien melakukan real time polymerase chain reaction (RT-PCR). Dan hasilnya dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 oleh RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang.

Tim pemulasaran jenazah Covid-19 Kudus, saat menjalankan tugas pemakaman (Foto: YM)

Setelah dinyatakan positif, Gugus Tugas Covid-19 Kudus melakukan tracking contact pada keluarga terdekatnya. Hasilnya pada tanggal 31 Mei 2020, satu kontak erat dia terkonfirmasi positif Covid-19.

“Putranya yang berusia 23 tahun hasil swabnya positif Covid-19. Saat ini anaknya menjalani perawatan intensif di RSUD dr Loekmono Hadi,” kata Andini.

Hasil tracking contact yang dilakukan Gugus Tugas Covid-19 Kudus juga memperlihatkan kasus ini sebagai transmisi lokal. Dengan dugaan sumber penularan dari anak laki-lakinya yang memiliki riwayat perjalanan dari Yogyakarta.

“Riwayatnya karena kontak dengan penderita positif, dan riwayat perjalanan dari Yogyakarta. Selain itu kedisiplinan physical distancing juga perlu dievaluasi, ” jelasnya.

Selain pemuda itu‎ juga ada tiga kasus tambahan lainnya, jadi totalnya empat,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua RW tempat tinggal pasien, Hartomo Waluyo menceritakan, kedatangan anaknya tidak memberitahukan lingkungan warga sekitar.

Sehingga pihaknya yang juga sebagai Ketua Jogo Tonggo setempat ikut menyayangkan kejadian tersebut.

“Karena setahu saya Yogyakarta itu juga zona merah.

Tapi karena tidak ada pemberitahuan kami juga tidak tahu,” jelasnya.

Sekitar pukul 15.00 WIB, jenazah pasien dikebumikan oleh petugas khusus. Proses berjalan lancar tanpa adanya penolakan dari warga sekitar.

Perkembangan lengkap kasus COVID-19 di Kabupaten Kudus sampai saat ini terdapat 72 OTG, 30 ODP masih dipantau, sebanyak 45 PDP berasal dari dalam wilayah. Dari 45 PDP dalam wilayah, sebanyak 14 PDP dirawat, 12 PDP isolasi, dan 19 PDP meninggal.

Hingga hari ini, ternotifikasi sebanyak 37 kasus konfirmasi Covid-19 (dalam wilayah) di Kabupaten Kudus. Dari 37 kasus dalam wilayah tersebut sebanyak 2 kasus dirawat, 1 kasus diisolasi, sembuh 29 kasus dan meninggal 5 kasus.

Sementara itu, terdapat satu kasus PDP yang dirawat di RSUD dr. Loekmono Hadi dinyatakan meninggal, yakni seorang laki-laki berusia 59 tahun berdomisili di Kecamatan Jekulo. Masuk RS tanggal 30 Mei 2020 dengan penyakit penyerta dan belum melakukan swab. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :