Kayla, Siswa SD Juara 3 Nasional Macapat, Suka Tembang Jawa Daripada K-Pop

oleh

Kudus, isknews.com – Tembang jawa merupakan warisan budaya yang harus kita rawat dan kita jaga. Salah satunya tembang macapat, memang tidak mudah dibawakan, karena untuk melagukannya perlu menguasai materi guru lagu, guru gatra, dan guru wilangan yang berbeda.

Namun bagi Kayla Felisiana Istanti (12) siswa baru saja lulus kelas 6 SD Islam Terpadu (SDIT) Demaan Kudus yang saat ini diterima di SMP Negeri 1 Kudus, mampu membawakannya dengan baik.

Terbukti putri tunggal pasangan Gunawan Isdhianto dan Sri Wijayanti, warga kelurahan Sunggingan Kudus itu, mampu menyabet prestasi sebagai juara tiga lomba macapat siswa SD tingkat nasional.

Di saat masa pandemi Covid 19, bakatnya disalurkan mengikuti lomba daring atau online tembang macapat siswa SD tingkat nasional dengan mengirim karyanya lewat Chanel YouTube.

Kayla Felisiana Istanti, juara tiga lomba macapat siswa SD tingkat nasional (Foto: YM)

“Pengiriman 30 Mei – 18 Juni 2020 dengan penyelenggara Dinas Pelestarian Nilai Budaya di Yogyakarya di bawah Kemendikbud. Hasilnya yg diumumkan Jumat akhir bulan Juni lalu, saya keluar sebagai juara tiga,” terang Kayla

Dari sekitar 160 peserta seluruh Indonesia. Kayla merupakan salah satu peserta dari Kota Kretek. Atas prestasinya Kayla berhak meraih Thropy, dan sertifikat penghargaan yang kini masih dalam proses pengiriman. Juara tiga juga berhak atas hadiah uang pembinaan sebesar Rp 1.750.000.

“Saya memang menyukai tembang-tembang Jawa bahkan juga lagu keroncong,”

Selain termasuk anak cerdas di sekolah, Kayla juga memiliki bakat olah vokal dan musik. di luar jam sekolah dia ikut les keybord, vokal, dan tembang macapat.

“Cita-cita saya besok ingin jadi dokter tapi tetap menyanyi seperti musisi Tompi,” katanya.

Di usia anak sebayanya, Kayla justru lebih suka nguri- nguri budaya daerah. Dia kurang suka nyanyian pop Korea yg lagi trend di kalangan remaja.

“Di sekolah ada les piano dan vokal, selain itu kami juga les Keybord, vokal dan tembang mocopat di tempat Bapak Wartoyo di Desa Wergu Kulon kota Zkudua,” ujarnya.

Kayla mengaku juga suka lagu pop nasional, tapi kecintaannya tidak sebesar lagu keroncong dan mocopat. Dia tiadak malu untuk terus mengembangkan bakatnya dengan nguri uri budaya daerah.

Menekuni bakat nyanyinya sejak TK. Sedang minat dan bakat memainkan Keybord dan tembang mocopat dimulai kelas 3 SD.

Sementara itu Plt Kasi Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Lilik Ngesti, mengatakan dirinya sempat kaget saat mendengar ada siswa SD di Kudus, menjadi juara ketiga tingkat nasional tembang macapat.

“Lalu saya perintahkan staf saya untuk mencari anak ini, karena saya sangat bangga dan mengapresiasi ada generasi milenial dari Kudus yang masih mau berpartisipasi dan nguri-uri budaya dalam hal tembang macapat,” ujar dia.

Menurutnya di era seperti ini sangat tidak mudah menemukan anak muda yang mau dan mampu membawakan tembang–tembang Jawa, khususnya Macapat. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :