Kebijakan Angkot Ber AC Sulit Diterapkan di Jepara

oleh -922 kali dibaca

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) tentang Angkutan Kota (Angkot) berpendingin (AC) sulit diterapkan di Jepara. Hal ini lantaran kinerjanya berdasarksn evaluasi tahun lalu yang cukup buruk sejauh ini. Hasil evaluasi buruk itu berdasar pada jumlah penumpang yang tidak mencapai 70 persen. Selain itu, pengelolaan angkot masih menggunakan manejemen tradisional.

Kepala Bidang Perhubungan Darat pada Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara Setyo Adhi mengatakan, pihaknya tidak berani mentarget sampai tahun sekian sudah berAC. Sebab hasil evaluasi tahun 2016 kinerja angkot buruk. Kalau kinerja masih buruk berarti sulit berkembang.

Dishub, kata Setyo Adhi, saat ini gencar mensosialisasikan angkot berAC, serta melakukan kajian terkait dengan Permenhub tersebut. Itu dimulai dari pembenahan manejemen pengelolaan angkot. Hingga, rencana penataan ulang jalur trayek. “Yang juga menjadi kendala yakni masalah permodalan. Pengusaha Angkot ragu-ragu untuk berinvestasi,” imbuhnya.

Menurut Setyo Adhi, saat ini jumlah Angkot di Bumi Kartini mencapai 130 unit. Namun, sebagian besar masih atasnama pribadi. Belum berbadan usaha. Sementara, bantuan yang diberikan pemerintah hanya kepada Angkot yang sudah berbadan hukum atau koperasi.

Sementara itu, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Jepara Samsul Arifin menyampaikan, jumlah Angkot yang terdaftar di koperasi maupun berbadan usaha tidak lebih dari 30 unit. Terkait penerapan Angkot berAc, dirinya mengaku penerapan Permenhub tersebut menuai kendala pada kemampuan masing-masing pemilik Angkot. Pasalnya, Angkot yang dimiliki pribadi tidak berbadan hukum dan tidak anggota koperasi angkutan umum. “Mash cukup sulit diterapkan, sebab masih banyak kendala,” ujarnya. (ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :