Kelompok Wanita Tani di Jepara Ikuti Workshop Produk Kreatif dari Minyak Jelantah

oleh -102 Dilihat

Lintas Jepara, isknews.com – Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Menganti, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara mengikuti workshop produk kreatif dari minyak jelantah.

Kegiatan tersebut digelar oleh Jepara Green Generation bersama Teens Go Green Indonesia untuk bantu memberdayakan mereka.

Hana Azmah Chifniyah, Ketua Jepara Green Generation (Jegeg) menjelaskan, Pembinaan ini dilakukan sejak Februari hingga bulan Juni mendatang. Dengan tujuan untuk memberdayakan ibu-ibu KWT.

Disamping mereka dapat memiliki keahlian, mereka juga turut serta melakukan aksi peduli lingkungan. Ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan Jegeg Goes to Village.

“Contohnya kegiatan kali ini, workshop pembuatan lilin dari minyak jelantah. Disamping bisa mengurangi limbah lingkungan, mereka juga bisa mendapatkan hasil dari kreasi yang memiliki nilai jual itu,” terangnya.

Sebelumnya, telah dilakukan berbagai kegiatan. Diantaranya ada sosialisasi manajemen pengelolaan sampah, composting, penukaran minyak jelantah dengan uang, dan sebagainya. Kedepannya akan semakin banyak, dan semakin bervariasi jenis-jenis workshop nya. Sehingga mereka bisa multi talent dan lebih berdaya.

“Mereka sebelumnya belum pernah terpapar edukasi semacam ini. Alhamdulillah nya mereka sangat antusias, dan mau belajar,” terangnya.

Youth Leader Teens Go Green Indonesia, Kak Abu menyampaikan, kegiatan ini masuk kedalam projek kegiatan pemimpin muda untuk iklim 2. Yang mana, sebagai wadah bagi kaum muda untuk lebih memahami upaya ketahanan dalam mengahadapi krisis iklim dengan memperhatikan mitigasi bencana, perlindungan anak dan orang muda, isu kemanusiaan, gender, dan inklusi sosial.

Sementara itu, Fasilitator Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara, Nasirin menyampaikan, program ini selaras dengan program DLH, yakni ‘Jepara bisa bersih’. Peraihan Adipura kencana kemarin harus dipertahankan, program ini pun jadi salah satu upaya yang sangat bagus dalam aksi kepedulian lingkungan.

“Ini bagus. Anak-anak muda harus memiliki semangat bergerak untuk kepedulian lingkungan. Harus bisa jadi pelopor, saling kolaborasi untuk melestarikan lingkungan, seperti temen-temen Jegeg ini,” pungkasnya. (AS/YM)