Kelurahan Sunggingan Kudus Luncurkan Gerakan CERDAS untuk Tekan Angka Stunting

oleh -170 Dilihat
Camat Kota Kudus Andrias Wahyu Adi Setiawan bersama Lurah Sunggingan Rikho Mahardika Gautama dan warga saat peluncuran Gerakan CERDAS di Balai Kelurahan Sunggingan. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Kelurahan Sunggingan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, pada Selasa malam (12/8/2025) meluncurkan Gerakan CERDAS (Cegah Risiko Stunting dengan Aksi Sosial) sebagai inovasi pelayanan publik berbasis pemberdayaan masyarakat. Program ini hadir untuk mendukung percepatan penurunan stunting sekaligus mewujudkan Kudus sebagai daerah sehat, sejahtera, harmonis, dan takwa.

Lurah Sunggingan, Rikho Mahardika Gautama, ST, MT, yang juga menjadi Project Leader Gerakan CERDAS, menegaskan bahwa program ini mengajak masyarakat menjadi aktor utama dalam pencegahan stunting. “Gerakan CERDAS bukan hanya soal memberi bantuan, tapi membangkitkan kesadaran kolektif dan gotong royong warga untuk melindungi generasi masa depan,” ujarnya.

Salah satu program unggulannya adalah Ngatur Setan (Ngasih Telur Selamatkan Stunting), yakni aksi gotong royong pegawai kelurahan, Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK), pasangan pengantin, dan warga RT untuk mendonasikan telur sebagai intervensi gizi kepada balita berisiko stunting dan ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK).

Tak hanya itu, Gerakan CERDAS memanfaatkan teknologi digital secara kreatif. Lurah Sunggingan membuat konten edukasi gizi berupa video animasi dan lagu menggunakan kecerdasan buatan (AI) yang disebarkan melalui posyandu, media sosial kelurahan, dan grup WhatsApp warga. Untuk memastikan keberlanjutan program, dibentuk Tim Efektif CERDAS lewat SK Lurah, yang berkoordinasi dengan Camat Kota Kudus selaku mentor, serta melibatkan berbagai pihak melalui Rembug Stunting Kelurahan.

“Telur yang kita berikan adalah simbol nyata kepedulian. Teknologi yang kita pakai adalah jembatan untuk menyampaikan pesan penting. Dan gotong royong adalah kekuatan yang menggerakkan semuanya,” tambah Rikho.

Program ini mendapat apresiasi awal dari masyarakat. Antusiasme tinggi terhadap Ngatur Setan dan respon positif pada konten edukasi digital menjadi modal penting bagi tahap implementasi berikutnya.

Camat Kota Kudus, Andrias Wahyu Adi Setiawan, menyampaikan bahwa stunting masih menjadi program prioritas pemerintah. Berdasarkan data, angka kasus stunting di wilayahnya fluktuatif, yakni April tercatat 187 kasus, turun menjadi 167 kasus pada Mei, namun kembali naik menjadi 173 kasus pada Juni dari total 4.552 balita (sekitar 3 persen).

Ia menjelaskan, kelurahan tidak memiliki Dana Desa seperti di desa, sehingga perlu inovasi dalam memberdayakan masyarakat. “Program Riko Cerdas (Cerdas Risiko Stunting) dengan aksi sosial seperti Ngatur Setan adalah langkah kreatif yang efektif,” katanya. Menurutnya, pencegahan stunting memerlukan intervensi spesifik dan sensitif melalui PMT dan edukasi pola asuh, disertai perhatian pada sanitasi serta kualitas air bersih, mengingat wilayah ini berada di tepi Sungai Kaligelis.

Andrias menegaskan, penanganan stunting bukan hanya tugas OPD teknis bidang kesehatan, tetapi tanggung jawab bersama. “Meski anggaran kelurahan terbatas, kami berkomitmen terus berinovasi untuk menekan angka stunting di Kota Kudus,” pungkasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :