Kembali PG Rendeng Dituding Cemari Sungai Pendo Mejobo Kudus

oleh
Wicaksono Triyoga, Asisten Kepala dan Kepala bagian Pengolahan PG Rendeng Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Kasus pencemaran di Kali Pendo, Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo kembali mencuat. Air sungai tersebut berwarna hitam pekat dan berbau busuk itu membuat warga geram.

“Sudah lama kami mengeluhkan tidak bisa minum, mandi dan menggalami gangguan kesehatan karena pencemaran ini. Tetapi tidak ada respon, dari pihak PG Rendeng,” ujar Suyanto, warga RT 4 RW 2 Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus kepada media ini, Senin (19/08/2019).

Dua orang warga RT4 RW 2 mejobo menunjukkan keruhnya sungai Pendo yang diduga akibat pencemaran limbah Pabrik Gula Rendeng (Foto : YM)

Suyanto dan sejumlah warga di kawasan tersebut menuding buangan limbah cair dari PG Rendeng yang menyebabkan kondisi sungai Pendo menjadi tercemar seperti itu.

Dia mengungkapkan, pencemaran sungai oleh limbah PG Rendeng sudah sering terjadi. Bahkan bisa dikatakan sebagai bencana tahunan bagi warga di sekitar Kali Pendo.

TRENDING :  Eksploitasi dan Komersialisasi Air Muria, Fikri  “Peduli Sekarang  Atau Menyesal Nanti"

“Setiap tahun seperti ini ada kalau sekitar 20 tahunan, pokoknya setiap bulain giling antara Mei hingga Oktober selalu seperti ini,” sahutnya.

Ditemui di kantornya Kepala Desa Mejobo Moh Abdul Kharis menyampaikan, perosalan pencemaran di wilayahnya memang sudah menjadi kondisi klasik, namun dirinya merasa dilematis di satu sisi, sebagaian warga menganggap ini mencemari lingkungan, namun sebagian yang lain terutama para petani mengaku aliran sungai Pendo ini sangat di butuhkan bagi para petani.

“Dulu kami sudah memfasilitasi pertemuan antara warga di satu RT yang mempermasalahkan kondisi air tersebut dengan Dinas PKPLH Kudus dan para penanggungjawab pengolahan limbah dari PG Rendeng, terkait hal tersebut.

TRENDING :  Pro Kontra Ujicoba Dua Arah Jalan Jenderal Sudirman
Moh Abdul Kharis Kepala Desa Mejobo Kudus (Foto: YM)

“Saat itu pihak PG Rendeng mengakui ada salah satu mesinnya yang bermasalah sehingga output untuk buangan air limbahnya masih belum terolah secara maksimal,” kata Kades Mejobo.

Menanggapi hal ini, Wicaksono Triyoga, Asisten Kepala dan Kepala Bagian Pengolahan Gula di PG Rendeng mengungkapkan saat ini pihaknya memang sedang melakukan perbaikan dan peningkatan kapasitas giling dari 2500 menjadi 4000 ton perhari.

“Termasuk didalamnya peningkatan kapasitas Aerasi pengolahan limbah PG Rendeng. Berupa penambahan unit aerasi baru,” terangnya.

Menurutnya saat ini, limbah yang dihasilkan PG Rendeng telah dimasukkan kedalam unit aerasi baru. Sehingga dia mengklaim air limbah dari pabriknya tidak keluar dan mencemari sungai maupun sumur warga.

TRENDING :  Jumlah Desa Rawan Kekeringan Di Kudus Menurun

“Hampir seluruhnya masuk kedalam aerasi yang baru. Jadi tidak keluar,” tegasnya.

Bahkan dia menegaskan dalam dua minggu ini, pihaknya tidak mengeluarkan air limbah ke saluran pembuangan. Dengan begitu pihaknya menampik tuduhan masyarakat yang menyatakan sumber pencemaran Kali Pendo berasal dari PG Rendeng.

“Hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh laboratorium independen dan berakreditasi terhadap kualitas air buangan kami, semuanya menunjukkan angka dibawah nilai ambang batas baku mutu, sehingga tidak akan mencemari air badan air, apalagi sudah dua minggu ini kami belum melakukan buangan apapun,” tandas Yoga saat di temui di Kantornya PG Rendeng Kudus. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :