Kemenag Kudus Dukung Penuh Transformasi Pembelajaran Berbasis AI dan Kurikulum Cinta di Madrasah Ibtidaiyah

oleh -319 Dilihat
Foto: Istimewa

Kudus, isknews.com – Menghadapi tantangan disrupsi teknologi dan dinamika pendidikan global, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus memberikan dukungan penuh terhadap langkah transformatif dalam dunia pendidikan dasar Islam. Hal ini dibuktikan melalui kesuksesan Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Kota Kudus dalam menyelenggarakan Workshop bertajuk “Transformasi Pembelajaran Bermutu untuk Semua”.

Acara yang berlangsung di Gedung DPD PPNI Kabupaten Kudus pada Senin (15/12/2025) ini menjadi tonggak sejarah bagi madrasah di Kudus dalam mengadopsi teknologi mutakhir, termasuk Kecerdasan Artifisial (AI) dan penguasaan coding ke dalam kurikulum pembelajaran.

Workshop strategis ini diikuti oleh sedikitnya 180 guru kelas dari berbagai Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kecamatan Kota Kudus. Untuk memastikan penyerapan materi yang mendalam dan aplikatif, panitia menyelenggarakan kegiatan dalam dua tahap intensif. Fokus utamanya adalah membekali para pendidik dengan kemampuan mengelola pembelajaran yang tidak hanya berkualitas secara akademis, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus, Shony Wardana, hadir secara langsung untuk membuka acara sekaligus memberikan arahan strategis. Dalam pidatonya, Shony menekankan konsep “Tridaya Vital Pendidikan” yang terdiri dari tiga pilar utama: Input, Proses, dan Output.

Shony menegaskan bahwa kunci utama dari transformasi pendidikan terletak pada tahap Proses. Menurutnya, metode pembelajaran tidak lagi bisa diseragamkan, melainkan harus diselaraskan secara dinamis dengan karakteristik unik dan kebutuhan setiap peserta didik.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus, Shony Wardana (Foto: Istimewa).

“Jantung dari transformasi ini ada pada proses. Kita harus mampu menghadirkan pembelajaran yang memanusiakan manusia, di mana setiap anak mendapatkan perhatian sesuai dengan potensinya masing-masing,” ujar Shony Wardana di hadapan ratusan peserta.

Ia menjelaskan bahwa pedoman utama pendidikan madrasah saat ini merujuk pada Kurikulum KMA 1503 Tahun 2025. Kurikulum ini mengamanatkan metode Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) untuk mencapai delapan dimensi lulusan yang unggul.

Salah satu poin paling progresif dalam workshop ini adalah pengenalan pilar Kurikulum Berbasis Cinta. Kurikulum ini mengandung esensi “Panca Cinta”, yang mencakup kecintaan kepada Allah dan Rasul, orang tua, sesama manusia, lingkungan, hingga kecintaan yang mendalam pada tanah air.

Namun, nilai-nilai spiritual dan karakter tersebut tidak dibiarkan berdiri sendiri. Kemenag Kudus mendorong integrasi nilai karakter dengan keterampilan teknis masa depan, yakni penguasaan coding dan Kecerdasan Artifisial (AI).

“Kita tidak boleh tabu dengan teknologi. Justru, AI dan coding harus menjadi alat bagi guru dan siswa MI untuk mempercepat akselerasi kualitas pendidikan. Inilah wajah madrasah masa depan: Berkarakter kuat dengan nafas Panca Cinta, namun fasih dengan teknologi tinggi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Shony mengingatkan bahwa mutu lulusan adalah janji madrasah kepada orang tua dan masyarakat. Ia menekankan bahwa eksistensi madrasah sangat bergantung pada sejauh mana guru mampu memberikan layanan pendidikan yang memuaskan.

“Guru memiliki amanah besar. Jangan sampai kita mengecewakan harapan orang tua. Jika masyarakat puas dengan mutu dan kualitas lulusan kita, maka kepercayaan terhadap madrasah akan terus tumbuh, dan madrasah akan tetap menjadi pilihan utama,” tegas Shony memberikan motivasi.

Melalui workshop ini, diharapkan para guru MI di Kecamatan Kota Kudus mampu menjadi katalisator perubahan di sekolah masing-masing. Implementasi kurikulum terbaru ini diyakini akan mencetak generasi lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki ketahanan karakter (character building) yang kokoh di tengah arus modernisasi.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi praktik penyusunan modul ajar berbasis AI yang dipandu oleh pakar pendidikan, menandai dimulainya era baru pembelajaran madrasah di Kabupaten Kudus yang lebih modern, inklusif, dan bermutu. (*)

KOMENTAR SEDULUR ISK :