Kudus, isknews.com – Banyak orang mungkin mengenal ortodonti sebatas perawatan gigi agar terlihat lebih rapi. Namun, menurut drg. Erlina Rahmawati, Sp.Ort., spesialis ortodonti Rumah Sakit Aisyiyah (RSA) Kudus, ruang lingkup ortodonti jauh lebih luas dari sekadar tampilan estetik.
“Spesialis ortodonti itu bukan hanya membuat gigi rapi, tapi juga menciptakan keharmonisan antara gigi dengan tulang wajah, rahang, dan struktur mulut secara keseluruhan,” jelas drg. Erlina.
Konsultasi Sebelum Perawatan
Salah satu pertanyaan yang sering muncul dari pasien adalah apakah bisa langsung dipasang alat ortodonti saat pertama kali konsultasi. Menurut drg. Erlina, hal itu belum bisa dilakukan tanpa pemeriksaan awal.
“Ketika pertama kali datang, pasien harus konsultasi dulu. Saat itu kita akan menjelaskan kondisi gigi, melakukan foto pemeriksaan, lalu membicarakan rencana perawatan yang sesuai dengan kebutuhan pasien,” terangnya.
Pemeriksaan Rontgen
Untuk menunjang konsultasi, pasien biasanya diminta melakukan foto rontgen panoramik dan sefalometri. Kedua jenis foto rontgen ini berguna untuk melihat kondisi tulang rahang dari berbagai sisi, baik kanan, kiri, depan, maupun belakang.
“Dengan foto rontgen, kita bisa menganalisis kondisi tulang dan gigi secara menyeluruh. Dari situlah kami menyusun rencana perawatan yang nantinya disepakati bersama pasien,” tambahnya.
Hasil Sesuai Harapan
Melalui tahapan konsultasi dan pemeriksaan tersebut, drg. Erlina berharap setiap pasien dapat memahami proses perawatan ortodonti.
“Tujuannya bukan hanya hasil yang rapi, tapi juga sesuai harapan pasien dan tentunya tetap sehat secara fungsi,” pungkasnya. (YM/YM)







