Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Manfaatkan limbah karung goni menjadi barang kerajinan, Mohammad Arifin (34) warga Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu, Pati, sukses perkenalkan produk lokal ke dunia internasional. Belum lama ini, dia kebanjiran permintaan dari Spanyol.
Diketahui, karung goni bekas tidak banyak dimanfaatkan oleh masyarakat, dan hanya dibiarkan menumpuk di tempat pembuangan. Karung goni ini, biasanya dipakai mewadahi ketela pohon untuk industri tepung tapioka di wilayah Pati Utara.
“Ide awalnya saya melihat banyak limbah goni yang hanya dibiarkan begitu saja. Kebetulan kan saya mempunyai usaha konveksi, jadi saya coba membuat barang kerajinan dari barang bekas ini,” tuturnya, Rabu (05/04/2017).
Meski baru menggeluti usaha ini selama tiga bulan, Arifin sudah kebanjiran order. Tidak hanya menerima permintaan dari skala nasional. Bahkan, belum lama ini dirinya mendapat pesanan dari Spanyol, sebanyak 150 item.
“Kemarin dapat pesanan lima jenis tas berbeda, masing-masing sejumlah 30 item dari Spanyol. Saya tidak menyangka jika produk saya diminati warga asing,” ungkapnya.
Selain menjual kerajinannya di toko, lanjut Arifin, dia juga memasarkan melalui media sosial (Medsos) dan market places. Dari limbah itu, dia mampu mebuat barang kerajinan seperti aneka tas, dompet, topi, songkok, tas ransel, dan pernak-pernik lainnya.
“Paling murah ya dompet seharga 25 ribu rupiah, kalau yang paling mahal dikisaran 170 ribu rupiah itu tas ransel, karena pembuatannya cukup rumit,” tandasnya.(Wr)







