KUDUS, ISKNEWS.COM – Faktor keselamatan menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan Muria Trail Run (MTR) 2026. Seluruh peserta diwajibkan mengikuti medical screening atau pemeriksaan kesehatan sebelum dinyatakan layak mengikuti perlombaan, sebagai upaya meminimalkan risiko selama berlari di jalur pegunungan Muria.
Event Director Muria Trail Run 2026, Yudha Kristiawan, mengatakan pemeriksaan kesehatan dilakukan bersamaan dengan pengambilan Race Pack Collection (RPC) yang dimulai pada Jumat (31/7/2026) di Aula Batik Museum Jenang Mubarok, Kudus. Tahapan serupa juga akan dilaksanakan pada Sabtu (1/8/2026) di Balai Desa Rahtawu.
Menurut Yudha, pemeriksaan tersebut bukan sekadar formalitas untuk memenuhi persyaratan administrasi. Panitia bersama tim medis melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi fisik peserta guna memastikan mereka benar-benar siap mengikuti lomba.
“Kami ingin memastikan seluruh peserta berada dalam kondisi yang layak untuk bertanding. Finish line yang sesungguhnya bukan hanya di garis akhir lomba, tetapi ketika peserta bisa kembali ke rumah dengan selamat dan menceritakan pengalamannya,” ujarnya di sela kegiatan Race Pack Collection.
Ia menjelaskan, proses pemeriksaan dipimpin oleh Head Medical Muria Trail Run, Dr. Andi, yang melakukan skrining terhadap tekanan darah, kondisi fisik, serta sejumlah indikator kesehatan lainnya. Peserta yang hasil pemeriksaannya kurang meyakinkan akan menjalani pemeriksaan ulang, bahkan bila diperlukan diminta melakukan pemeriksaan lanjutan di laboratorium atau klinik yang direkomendasikan.
Untuk memudahkan pemantauan di lapangan, panitia menerapkan sistem penanda menggunakan tiga warna. Peserta yang dinyatakan sehat diberi label hijau, peserta dengan kondisi yang memerlukan perhatian khusus mendapat label kuning, sedangkan peserta dengan risiko tinggi akan diberi label merah sebagai penanda bagi tim medis dan marshal selama perlombaan berlangsung.
“Melalui sistem ini seluruh petugas dapat mengetahui kondisi masing-masing peserta. Jika sewaktu-waktu membutuhkan penanganan, tim medis bisa bergerak lebih cepat karena sudah memiliki data sejak awal,” jelasnya.
Yudha menegaskan, penerapan skrining kesehatan yang ketat merupakan bagian dari kampanye keselamatan yang terus digaungkan dalam penyelenggaraan Muria Trail Run. Menurutnya, kemampuan fisik dan pengalaman mengikuti lomba tidak selalu menjamin seseorang terbebas dari risiko apabila kondisi kesehatannya sedang menurun.
Karena itu, peserta diimbau menjaga kebugaran menjelang hari perlombaan, seperti beristirahat cukup, menjaga pola makan, serta menghindari aktivitas yang dapat menguras tenaga. Ia mengingatkan agar peserta tidak begadang ataupun memaksakan diri melakukan latihan berat sehari sebelum lomba.
“Kami ingin seluruh peserta menikmati perlombaan dengan aman. Jangan sampai sudah berlatih berbulan-bulan, tetapi justru mengabaikan kondisi tubuh sendiri menjelang hari pelaksanaan,” katanya.
Selain mengedepankan aspek keselamatan, Muria Trail Run 2026 juga mengusung tema Stride for Sustainability dengan konsep Eco Green Sport Tourism. Panitia menghadirkan race pack berbahan ramah lingkungan yang dikemas menggunakan besek berbentuk tas serta diisi berbagai produk UMKM khas Kudus, seperti sirup parijoto, camilan parijoto, kopi Muria, dan Jenang Mubarok.
Hingga menjelang pelaksanaan lomba, jumlah peserta telah mencapai sekitar 500 orang sesuai target panitia. Para pelari berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan terdapat peserta mancanegara dari Korea Selatan dan Kanada yang akan ikut meramaikan ajang trail run tahunan tersebut.
Yudha berharap seluruh rangkaian Muria Trail Run 2026 dapat berlangsung aman, lancar, sekaligus memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, UMKM, dan perekonomian masyarakat di kawasan lereng Muria.
“Keselamatan tetap menjadi yang utama. Kami ingin seluruh peserta datang dengan semangat, menikmati keindahan alam Muria, lalu pulang ke rumah dengan selamat membawa cerita yang menyenangkan,” pungkasnya. (AS/YM)






