Kirab Banyu Panguripan, Cerminan Sinergi Ulama dan Umara Kabupaten Kudus

oleh

KUDUS , ISKNEWS.COM – Kirab Banyu Panguripan diikuti kurang lebih 20 sumber mata air kramat yang ada di Kabupaten Kudus. Tercatat ada 51 sumber mata air atau biasa disebut Belik di Kabupaten Kudus dan salah satunya berada di pendopo.

Dalam sambutannya bupati Kudus,HM. Tamzil menyampaikan “ Kearifan Sunan Kudus yang menyatukan antara agama dan etnis, menjadikan masyarakat Kudus lebih arif dalam bertindak sesuai dengan visi kami, membawa kabupaten Kudus menjadi modern, religius, cerdas dan sejahtera.”

Bupati ,“Masyarakat Kudus harus rukun bersatu harmonis, dan tolong semua sumber mata air kramat dijaga semaksimal mungkin agar tetap menjadi sumber kehidupan kita,” ( Foto : Kominfo ).

Ditambahkannya , ” Dalam rangka itulah kerjasama serta keterlibatan semua pihak kita tingkatkan dan kita galakkan lagi. Dan kami mengapresiasi acara ini, semoga menjadi acara rutin tahunan sehingga bisa dijadikan agenda tujuan wisata kabupaten Kudus.”

TRENDING :  Kades Jembangan Lantik 2 Perangkat Desa

Dalam kirab Senin (25-03-2019), masyarakat Kabupaten Kudus dapat bersatu padu tanpa memetak metakkan wilayah dimana dahulu ada sebutan untuk Kudus Wetan dan Kudus Kulon, melalui acara ini semua guyub demi suksesnya acara.

“Masyarakat Kudus harus rukun bersatu harmonis, dan tolong semua sumber mata air kramat dijaga semaksimal mungkin agar tetap menjadi sumber kehidupan kita,” Pesan ia.

Kirab diikuti langsung oleh Bupati Kudus HM Tamzil, Wakil Bupati Kudus Hartopo, Kapolres Kudus AKBP Saptono, Dandim 0722/Kudus Letkol Inf Sentot Dwi Purnomo, Ketua Pengurus Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK), beserta jajaran Dinas terkait.

TRENDING :  Segenap Elemen Masyarakat Pati Gelar Upacara Hari Pahlawan

Kirab dimulai dengan iring-iringan para penunggang kuda yaitu Bupati Kudus, Wakil Bupati Kudus, Kapolres Kudus, Dandim 0722 Kudus dan KH. Badawi Bazir. Kemudian disusul oleh kirab sumber mata air atau belik yang berasal dari beberapa daerah di kabupaten Kudus.

Diantaranya sumur Bandung dari Menara Kudus, Dendang Dewot Wonosoco, Air Sumur Tulak desa Krandon, Sumur masjid Nganguk, sumur Gentong Jolo Tundo, Sendang Suci dukuh Karajan Rahtawu, dan masih banyak lagi.

Selain kirab sumber mata air juga ada kirab sebanyak 400 pelajar yang membawa bibit tanaman, dimana bibit ini mempunyai filosofi bahwa tanaman akan menjaga kelestarian sumber mata air kegiatan juga diselenggarakan khataman sebanyak 19 kali sesuai angka berdirinya masjid Al Aqso yaitu 19 Rajab.

TRENDING :  HUT Kemerdekaan Dan Filosofi Nasi Tumpeng

Usai kirab ,di depan Masjid Al-Aqsha Menara Kudus Bupati Kudus, Wakil Bupati beserta tokoh tokoh terkait menyatukan sumber mata air kirab untuk menjadi Banyu Panguripan dan akan dibagikan kepada masyarakat.

Kegiatan dilanjutkan berikrar bersama sama masyarakat untuk menjaga Banyu Panguripan agar tetap lestari.” Ini merupakan cerminan bahwa para Ulama dan Umara di Kabupaten Kudus bersinergi menjadi satu.” Pungkasnya.( Kominfo/Mr)

KOMENTAR SEDULUR ISK :