KKN UMKU Sulap Limbah Jadi Berkah, Harum Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah

oleh -314 Dilihat
Edukasi pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi oleh mahasiswa KKN UMKU di Desa Setrokalangan, membuktikan limbah dapur dapat disulap menjadi produk bermanfaat. (foto: Mahasiswa UMKU)

Kudus, isknews.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) tahun ajaran 2025/2026 menggelar kegiatan edukasi pengelolaan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi di Desa Setrokalangan, Dukuh Karangturi, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Kamis (25/12/2025). Inovasi ini menjadi upaya nyata memutus rantai pencemaran lingkungan sekaligus mengubah limbah dapur menjadi produk bernilai ekonomi.

Kegiatan yang dilaksanakan di rumah Ibu Nurul tersebut diikuti oleh sekitar 20 peserta dari ibu-ibu PKK RW 3 Desa Setrokalangan, Dukuh Karangturi. Edukasi diawali dengan pemaparan singkat mengenai dampak negatif pembuangan minyak jelantah terhadap lingkungan, seperti pencemaran tanah dan saluran air. Mahasiswa KKN kemudian mengenalkan potensi minyak jelantah sebagai bahan baku alternatif yang dapat diolah kembali menjadi produk ramah lingkungan.

Selanjutnya, peserta diajak mengikuti pelatihan praktik pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Mulai dari proses penyaringan minyak, pencampuran bahan, penambahan aroma, hingga pencetakan lilin, seluruh tahapan disampaikan secara sederhana agar mudah diterapkan di tingkat rumah tangga.

Koordinator Kelompok KKN Desa Setrokalangan, Rizal Aris, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
“Kami ingin menunjukkan bahwa minyak jelantah yang selama ini dianggap tidak berguna dan dibuang begitu saja, ternyata bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai jual. Lilin aromaterapi ini berpotensi menjadi usaha rumahan yang mendukung ekonomi kreatif masyarakat,” ujarnya.

Antusiasme peserta tampak sepanjang kegiatan berlangsung. Ibu-ibu PKK aktif bertanya dan mengikuti setiap tahapan pembuatan lilin aromaterapi dengan penuh semangat. Salah satu peserta mengaku senang dengan adanya pelatihan tersebut.
“Biasanya minyak bekas langsung dibuang. Sekarang kami jadi tahu bisa diolah menjadi lilin yang wangi dan bermanfaat, bahkan bisa dijual,” ungkap Rizal.

Melalui kegiatan ini, lanjutnya, mahasiswa KKN UMKU berharap masyarakat Desa Setrokalangan semakin peduli terhadap pengelolaan limbah minyak jelantah dan mampu mengolahnya menjadi produk bernilai guna.

“Inovasi sederhana ini diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan limbah yang berkelanjutan, sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis rumah tangga di tengah masyarakat,” pungkasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :