Kolaborasi ITB–KSB, Bupati Kudus Resmikan Pamdes Energi Terbarukan di Tumpangkrasak

oleh -340 Dilihat
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Direktur DPMK ITB Prof. Zulfiadi Zulhan bersama tamu undangan lainnya saat melakukan pemotongan pita sebagai tanda peresmian Pamdes berbasis energi terbarukan hasil kolaborasi ITB dan KSB Indonesia di Desa Tumpangkrasak, Kabupaten Kudus. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Kolaborasi antara Institut Teknologi Bandung (ITB) dan KSB Indonesia diwujudkan melalui peresmian Program Air Minum Desa (Pamdes) berbasis energi terbarukan di Desa Tumpangkrasak, Kabupaten Kudus. Program tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Senin (22/12/2025), sebagai upaya memperluas akses air bersih yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sam’ani menyampaikan bahwa Pamdes berbasis energi hijau ini menjadi langkah strategis dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus mendukung penggunaan energi ramah lingkungan di Kabupaten Kudus.

“Hari ini kita meresmikan dua Pamdes bantuan dari ITB dan KSB Indonesia. Air bersih adalah kebutuhan dasar dan menjadi kunci terwujudnya masyarakat yang sehat. Terima kasih kepada ITB dan KSB Indonesia atas kontribusinya. Inovasi dengan teknologi panel surya ini sejalan dengan komitmen kami mengembangkan energi hijau di Kudus,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa pengelolaan Pamdes akan diserahkan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau Koperasi Desa Merah Putih. Pemerintah desa bersama masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga pemeliharaan serta memastikan operasional berjalan secara berkelanjutan.

“Pamdes ini nantinya dikelola oleh BUMDes atau Kopdes Merah Putih. Pemerintah desa dan masyarakat berkewajiban memelihara dan menjalankan operasionalnya agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” imbuhnya.

Perwakilan KSB Indonesia, Arman Reyes Furqon, menjelaskan bahwa sistem pompa air yang dipadukan dengan panel surya tersebut merupakan yang pertama di Indonesia, dengan Desa Tumpangkrasak sebagai daerah percontohan.

“Produk pompa yang dikombinasikan dengan panel surya ini adalah yang pertama di Indonesia dan Desa Tumpangkrasak menjadi pionirnya. Harapannya teknologi ini bisa diterapkan di daerah lain. Ke depan, kami juga akan melakukan evaluasi bersama ITB,” ungkapnya.

Pemilihan Desa Tumpangkrasak sebagai lokasi Pamdes didasarkan pada kondisi kualitas air tanah yang mengalami penurunan akibat jarak sumur dan septic tank yang relatif berdekatan. Oleh karena itu, pengambilan air dilakukan pada kedalaman 50 hingga 80 meter guna menghasilkan kualitas air yang lebih baik dan tidak mengganggu sumur dangkal milik warga. Setiap pompa memiliki debit 1,2 meter kubik per jam dan dinilai aman untuk memenuhi kebutuhan air bersih, termasuk saat musim kemarau.

Direktur Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB, Prof. Zulfiadi Zulhan, menegaskan bahwa Pamdes berbasis solar cell ini merupakan terobosan penting dalam pemanfaatan energi terbarukan.

“Ini adalah pionir penggunaan energi hijau melalui solar cell yang dikombinasikan dengan pompa air. Sangat baik untuk masa depan dan bisa menjadi contoh pengembangan teknologi berkelanjutan,” jelasnya.

“Melalui program Pamdes berbasis energi terbarukan ini, Pemerintah Kabupaten Kudus berharap pemerataan akses air bersih dapat terus meningkat, sekaligus mendukung kualitas hidup dan kesehatan masyarakat desa secara berkelanjutan,” ungkapnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :