Kudus, isknews.com – Para pecinta diecast mobil mainan di kota kretek ini kini jumlahnya semakin banyak, di Kudus sendiri ternyata banyak penggemar mobil mainan replika, salah satunya adalah Komunitas PDKT (Parijoto Diecaster Kudus Team) yang mengumpulkan para peminat diecast di Kudus ini.
Komunitas PDKT ini terbentuk pada 18 Agustus 2017 di Simpang 7 Kudus, Anggotanya kini sudah 36 orang. Namun yang aktif kongkow sekitar 20 orang. Tempat kumpulnya para anggota ini ada di Kudus Mall yang seringkali melakukan Kopi darat pada malam-malam hari libur.
Bagi kita yang awam, apakah Diecast itu? Awalnya Die cast metal adalah mainan atau model yang diproduksi menggunakan metode die casting, yang berarti melalui proses melelehkan logam kemudian dituang untuk dicetak sesuai dengan bentuk yang diinginkan.
Die cast metal terbuat dari metal (logam) dan plastik. Metal yang digunakan biasanya adalah zamak (mazak) yang merupakan alloy (campuran) zinc (seng) dan alluminium.
Zamak juga dikenal sebagai white metal atau pot metal. Mainan yang biasa menggunakan metode die casting biasanya adalah mainan model dengan skala misalnya mobil, motor, pesawat terbang, peralatan konstruksi ataupun kereta api. Diecast adalah sebuah bentuk cetakan/bahan yang berasal dari besi, alumunium, magnesium, tembaga ataupun timbal.
Dalam dunia miniatur kendaraan bermotor, diecast menjadi bahan utama dikarenakan keunggulan dari bahan pembuatannya. Keunggulannya antara lain adalah solid, mudah dibentuk, tahan karat dan ringan.Biasanya sih kopdar dilakukan pada setiap hari Sabtu karena beberapa ada yang hari Sabtu sudah libur bagi anggota yang lima hari kerja, ” atau seringnya memang malam hari minggu karena besoknya kan libur. Jadi enak buat kumpul,” kata juru bicara komunitas Christiyanto saat ditemui media ini di tempat biasa mereka mangkal di salah satu rumah makan ayam goreng cepat saji dekat simpangtujuh Kudus, Sabtu (02/12/17).
Beberapa anggota PDKT memang sudah berkeluarga. Meski demikian, bukan halangan bagi mereka untuk memuaskan hasrat mengoleksi mainan yang terkesan hanya untuk anak kecil tersebut.
Justru menurut Christ , hobinya itu bisa tersalurkan ketika sudah mendapat dukungan istri dan penghasilan sendiri. “Maklum, harga diecast yang unik tidaklah murah. Bahkan, bisa mencapai jutaan rupiah,” ujar pria yang juga memiliki bengkel modifikasi motor di bilangan Bulung Kulon Jekulo Kudus.
“Saya mulai koleksi sejak 2016, harganya lumayan, paling murah Rp 150.000,” kata Christianto sambil mengatakan tidak semua diecast memiliki harga mahal. “Bervariasi sih, ada juga yang di bawah Rp.50.000,” ucapnya.
Perlu diketahui seri diecast komersil pertama dibuat oleh LesneyMatchbox seri 1-75 dan seiring dengan perkembangan, banyak produsen di seluruh dunia yang juga membuat diecast, di antaranya Takara Tomy dari Jepang, Hot Wheels buatan Mattel dari Amerika Serikat, dan banyak lagi.
Seri diecast dari masing-masing produsen memiliki keunikan tersendiri, dan beberapa seri dirilis secara terbatas. Variasi ukuran pun beragam. Dimulai dari skala 1: 82 , 1:64, 1:43, 1:24 , 1:18 dan bahkan ada juga beberapa skala yang sangat kecil, atau bahkan lebih besar lagi.
Keseruan menjadi penggemar diecast, menurut pria yang juga memiliki hobi fotografi ini adalah bisa mengisi waktu senggang dengan hunting atau berburu diecast, dirinya mengaku bisa berburu diecast sampai luar kota dan rela merogoh kocek yang tak sedikit.
“Bahkan kalau yang dananya kuat, ada juga yang berburu sampai luar negeri,” ucapnya. Kenikmatan menjadi pecinta diecast juga, bukan sekadar untuk kepuasan batin, tapi bisa menjadi investasi yang menguntungkan. “Bisa untuk investasi,
Apalagi yang kita miliki termasuk ke dalam golongan langka, harganya bisa berkali-kali lipat dari harga beli,” ucapnya. Kembali pada komunitas PDKT , Dari kumpul-kumpul pada setiap malam minggu itu kemudian tercetus ide untuk mengumpulkan para kolektor diecast di kota Kudus.
Hasilnya, adalah sebuah event untuk memasyarakatkan diecast, khususnya di lingkungan masyarakat Kudus dan sekitarnya. PDKT sendiri ada beberapa bagian di dalamnya , antara lain koleksi , balap , custom , dan fotografi .
Bidang obyek fotografi diecast seringkali digunakan ajang dan model fotografer bergenre makro, baik pro maupun amatir, ” Dijadwalkan Minggu 10 Desember 2017 pekan depan PDKT akan mengirimkan 2 orang perwakilan anggotanya untuk mengikuti Jambore Nasional Hotwheels Fotography 2 di Malang JawaTimur,” pungkas Christiyanto.









