Kudus, isknews.com – Komunitas Sepeda/Motor Listrik Indonesia (KOSMIK) Plat K tidak sekadar menggelar kopi darat (kopdar), tetapi juga membawa misi lebih besar, yakni mengajak masyarakat beralih ke gaya hidup ramah lingkungan melalui penggunaan kendaraan listrik.
Kegiatan yang dikemas dalam agenda kopdar sekaligus halal bihalal pada Minggu (5/4/2026) tersebut diikuti puluhan anggota dari berbagai daerah di wilayah eks-Karesidenan Pati. Momentum ini dimanfaatkan sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperkenalkan manfaat motor listrik kepada masyarakat.
Ketua KOSMIK Plat K, Haris, menyampaikan bahwa komunitas yang dipimpinnya kini terus berkembang dengan anggota yang berasal dari Kudus, Pati, Demak, Jepara, Juwana, hingga Cepu.
“Jumlah anggota di grup sudah lebih dari 300 orang. Hari ini yang hadir sekitar 80-an anggota dari berbagai daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan kopdar tidak hanya sebatas pertemuan biasa, tetapi juga diisi dengan beragam aktivitas yang mendukung pengembangan kendaraan listrik, seperti uji coba kendaraan (test ride), diskusi modifikasi, hingga rencana touring bersama.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa motor listrik bukan hanya tren, tetapi juga solusi untuk mendukung gaya hidup yang lebih ramah lingkungan,” jelasnya.
Menurut Haris, komunitas KOSMIK mulai terbentuk di Jepara pada akhir 2023, seiring masuknya berbagai merek motor listrik ke wilayah tersebut. Sejak saat itu, komunitas terus berkembang dan menjangkau wilayah Plat K.
Berbagai kegiatan touring juga telah dilakukan, mulai dari perjalanan ke Rembang, kawasan pegunungan seperti Telomoyo dan Puncak Tempur, hingga perjalanan jarak jauh ke Bromo. Dalam waktu dekat, komunitas juga merencanakan perjalanan ke Tawangmangu.
“Touring ini sekaligus membuktikan bahwa motor listrik juga mampu digunakan untuk perjalanan jauh, meskipun perlu perencanaan yang matang,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Riswidiyanto, mengatakan bahwa dalam kopdar tersebut juga digelar sesi diskusi dan berbagi pengalaman terkait penggunaan motor listrik.
“Diskusi mencakup berbagai aspek, mulai dari kapasitas baterai, jarak tempuh, hingga teknologi motor seperti BLDC. Ini penting agar pengguna semakin memahami kendaraannya,” ujarnya.
Ia mencontohkan salah satu motor listrik yang banyak digunakan anggota, yakni Polytron Fox R, yang memiliki kemampuan tempuh hingga sekitar 130 kilometer dalam kondisi tertentu.
“Saya sendiri sudah menggunakan motor listrik ini sejauh lebih dari 32 ribu kilometer, termasuk untuk perjalanan jauh ke Bandung,” ungkapnya.
Menurutnya, salah satu kunci sukses touring menggunakan motor listrik adalah perencanaan yang matang, terutama terkait titik pengisian daya.
“Pengguna harus memastikan kondisi baterai, membawa charger, serta menentukan lokasi charging di setiap kota yang dilalui. Biasanya kami memanfaatkan fasilitas listrik di PLN atau titik lain yang memungkinkan,” jelasnya.
Selain itu, pengguna juga disarankan membawa peralatan dasar untuk mengantisipasi kendala ringan di perjalanan.
“Hal sederhana seperti membawa kunci-kunci standar sangat membantu jika terjadi kendala di jalan,” imbuhnya.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, KOSMIK berharap semakin banyak masyarakat yang tertarik beralih ke kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan.
“Ini bukan sekadar komunitas, tapi juga gerakan bersama untuk mendukung gaya hidup go green yang lebih berkelanjutan,” harap Haris.
Sementara itu, anggota KOSMIK asal Kudus, Kundi Ardian, mengaku telah merasakan langsung manfaat penggunaan motor listrik sejak 2023.
“Lebih hemat karena tidak perlu membeli BBM dan minim perawatan. Memang dari sisi kenyamanan masih ada perbedaan dengan motor konvensional, tapi secara biaya jauh lebih efisien,” katanya.
Ia juga aktif mengikuti touring ke berbagai daerah seperti Sukabumi, Jember, hingga Bromo. Menurutnya, selama ini kendaraan listrik yang digunakannya relatif minim kendala.
“Kalau kendala dari motor hampir tidak ada. Yang terjadi biasanya hal umum seperti masalah ban, bukan dari sistem motornya,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Indra, anggota asal Semarang, yang telah menggunakan motor listrik selama sekitar dua tahun. Ia menilai kendaraan listrik kini semakin layak digunakan untuk aktivitas harian maupun perjalanan jauh.
“Selain irit, sekarang juga semakin nyaman. Bahkan saya sudah mulai meninggalkan motor konvensional,” ujarnya.
Indra mengungkapkan, untuk perjalanan jauh seperti ke Bromo, ia hanya perlu melakukan pengisian daya sekitar tiga kali dengan durasi rata-rata dua jam setiap kali pengisian.
“Kalau dipakai harian, biaya listriknya juga sangat hemat, seminggu tidak sampai Rp50 ribu,” katanya. (AS/YM)









