Kudus, isknews.com – Semangat pemberdayaan perempuan dan kepedulian lingkungan kembali mengemuka lewat Pelatihan Ecoprint bertema “Harmoni Alam Dalam Seni” yang digelar ‘Aisyiyah Kabupaten Kudus pada Minggu (7/12/2025).
Kegiatan ini tidak hanya menawarkan pengalaman artistik, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa seni dan keberlanjutan dapat berjalan berdampingan.
Berlangsung di SMA Muhammadiyah Kudus, pelatihan diikuti 50 peserta dari cabang dan ranting Aisyiyah se-Kabupaten Kudus.
Para peserta diajak mengenal lebih jauh teknik ecoprint sebagai cara memanfaatkan keanekaragaman hayati menjadi motif unik bernilai estetis tanpa meninggalkan prinsip ramah lingkungan.
Ketua PDA Kudus, Eny Alifah Kurnia, menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan ini.
Ia menilai ecoprint memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi peluang usaha kreatif, terutama karena karakter warna dan motif alami yang kini semakin diminati pasar fashion.
Pelatihan dipandu tim Jati Semi Ecoprint di bawah arahan Imah Noor Khamimah. Antusiasme peserta terlihat sejak tahap awal, mulai dari pemilihan daun, penyusunan pola, hingga proses pewarnaan alami yang membutuhkan ketelatenan.
Suasana ruang praktik terasa hidup dengan berbagai percobaan motif dan diskusi seputar pengembangan produk ecoprint sebagai bagian dari UMKM.
Menutup kegiatan, Imah Noor Khamimah menyampaikan pesan pertama bahwa ecoprint itu bukan sekadar memindahkan motif daun ke kain.
“Tetapi memahami bagaimana alam bekerja.” ungkapnya.
Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa proses ecoprint mengajarkan kedekatan dengan lingkungan dan mendorong pelaku kreatif mempertimbangkan aspek keberlanjutan dalam setiap karya.
“Saya berharap keterampilan ini tidak berhenti di pelatihan, tetapi terus dikembangkan menjadi karya yang bernilai dan membuka peluang usaha.” tandas dia. (YM/YM)







