Kreatifitas Tiada Henti

oleh -1,099 kali dibaca

 

Kudus_isknews.com – Barang bekas yang sudah tidak terpakai tentu harus dibuang. Namun jika Anda ingin meningkatkan kreativitas Anda maka ubahlah barang bekas yang Anda miliki agar dapat digunakan kembali, salah satunya adalah dengan mengubahnya menjadi barang yang bermanfaat. Barang bekas dapat beralih fungsi ketika diubah oleh tangan-tangan kreatif. Saat ini semakin banyak yang memanfaatkan barang bekas seperti dari bungkus makanan atau minuman cepat saji. Bahkan pemanfaatan barang tak terpakai tersebut bisa menjadi sebuah usaha yang cukup menjanjikan.

Sampah menjadi salah satu problem di masyarakat. Terlebih sampah anorganik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme sehingga menimbulkan masalah baru yaitu pencemaran lingkungan. Kita dapat menjadikan sampah anorganik menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan unik pastinya dengan sejuta sentuhan tangan kreatif kita. Sampah anorganik seperti kertas, plastik, kaca, dan kain dapat kita sulap menjadi sesuatu yang lebih bernilai ekonomis. Jadi selain mengurangi pencemaran lingkungan kita juga mendapat keuntungan.

Seperti salah satu warga loram kulon yang memanfaatkan sampah anorganik tali packing tersebut menjadi sebuah kerajianan yang bermanfaat dan bernilai ekonomis. Usaha yang dimulai sejak tahun 1994 ini dirintis oleh ayah mertuanya Soedjono Hadi Koesno, kemudian diteruskan oleh anak menantunya yang nomor tiga Noor Santoso hingga sekarang.
Sebuah usaha kecil kecilan yang diberi nama Usaha Limbah Ide Kerajinan (ULIK) ini memproduksi berbagai kerajinan tangan, seperti tong sampah, tempat payung, tas belanja, kursi teras Dll. Dengan bermodal yakin, kreatif serta keuletan tangan Noor santoso tiap hari memproduksi berbagai macam kerajinan meskipun hanya bertempat di lahan bengkok desa getas pejaten berukuran 8×8 M. Harganya pun cukup berfariatif, mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu.

Menurut keterangan Noor Santoso saat ditemui isknews.com 2/12/15, ia menjelaskan”usaha ini awalnya yang merintis adalah mertua saya sejak tahun 1994, kemudian saya teruskan dan saya kembangkan hingga sekarang. Bahan bahan saya dapatkan dari beberapa pengepul dari berbagai kota, ada dari jakarta, semarang, surabaya dan beberapa kota yang sudah menjadi langganan saya. Semua barang produksi kerajianan ini alkhamdulillah sudah sampai di beberapa daerah diindonesia”. Ungkapnya

#L_R/ADAM

KOMENTAR SEDULUR ISK :