Kudus Business Series #2 Bahas Kunci Bangun Tim Solid dan Bisnis Berkah

oleh -121 Dilihat
Narasumber utama Pramudi Ringga, MBA—owner ASA Consulting sekaligus ahli leadership dan team building—saat menyampaikan materi tentang pentingnya membangun tim yang solid dalam bisnis, pada workshop Kudus Business Series #2 di Hotel @HOM Kudus, Kamis (7/8/2025). (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Sebanyak 54 pengusaha dari Kudus dan berbagai daerah di karesidenan Pati hingga Semarang mengikuti workshop “Kudus Business Series #2” bertema Super Team, Super Profit, yang digelar oleh Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) Kudus di Hotel @HOM Kudus, Kamis (7/8/2025).

Acara ini menghadirkan narasumber utama Pramudi Ringga, MBA—owner ASA Consulting sekaligus ahli leadership dan team building. Ringga juga aktif di Biro Organisasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah.

Dalam pemaparannya, Ringga menekankan pentingnya peran pemilik usaha (owner) dalam membentuk tim kerja yang solid, loyal, dan produktif. Menurutnya, banyak pengusaha mengalami hambatan karena tidak memahami karakter diri sendiri sebelum memilih anggota tim.

“Masalah utama sering kali bukan pada tim, tapi pada owner-nya sendiri. Banyak yang belum memahami karakter pribadinya, sehingga salah dalam merekrut orang. Ini berdampak besar terhadap performa bisnis,” jelas Ringga.

Ia juga membongkar strategi komunikasi efektif dalam tim dan karakter kepemimpinan yang tepat untuk membangun bisnis yang bukan hanya berkembang secara profit, tetapi juga membawa keberkahan.

Masih di lokasi yang sama, Ketua IIBF Kudus, Ganda Akbara, menyampaikan bahwa acara ini bertujuan membantu para pelaku usaha kecil, menengah, dan profesional dalam menyelesaikan problem mendasar dalam bisnis, terutama terkait membentuk dan mengelola tim.

“Banyak peserta yang belum punya tim, ragu membentuk tim karena tidak tahu caranya. Ada juga yang sudah punya tim, tapi masih belepotan. Maka, workshop ini menjadi ruang belajar bersama untuk membentuk tim yang tepat,” terang Ganda.

Lebih lanjut, IIBF sebagai komunitas pengusaha Muslim mengusung pendekatan pembelajaran dari fondasi karakter dan nilai-nilai Islam, bukan sekadar strategi bisnis cepat saji.

“Kita di IIBF membangun diri, keluarga, bisnis, agama, dan bangsa dalam satu tarikan nafas. Bisnis bukan hanya soal profit, tapi juga harus barokah sesuai tuntunan Rasulullah dan Qur’an-Sunnah,” tambahnya.

IIBF Kudus sendiri saat ini telah memiliki lebih dari 360 anggota yang tersebar dari berbagai daerah seperti Jepara, Demak, Pati, hingga Grobogan. Komunitas ini terbuka untuk berbagai bidang usaha, mulai dari konveksi, kuliner, percetakan, hingga fashion.

Ke depan, peserta workshop yang ingin pendampingan lanjutan bisa mengikuti program Business Owner Institute selama delapan kali pertemuan dan bergabung dalam Leader Forum, yakni kelompok kecil pengusaha berdasarkan kesamaan skala bisnis. Saat ini, di Kudus telah terbentuk tujuh kelompok aktif dari sebelumnya dua belas.

“Kami tidak sekadar bikin acara. IIBF mendampingi pengusaha agar usahanya terarah dan bertumbuh. Tidak dilepas begitu saja, tapi digandeng, diajak, dan dirangkul,” pungkas Ganda.

Sekretariat dan basecamp IIBF Kudus berada di Resto Ulam Sari, Getaspejaten Kecamatan Jati, Kudus, yang juga menjadi tempat berkumpul rutin para anggota. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :