Kunjungi Kawasan Banjir, Partai Gerindra Bagikan Paket Sembako Kepada Warga Terdampak

oleh -237 kali dibaca
Ketu DPC Partai Gerindra Kudus Sulistyo Utomo dan anggota DPR Abdul Wahid saat menyerahkan bantuan logistik kepada para korban banjir di sejumlah desa di Kudus dan Jepara (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Abdul Wachid bersama sejumlah pengurus dan kader DPC Gerindra Kudus dan Satuan Relawan Indonesia Raya (SATRIA) menggelar bakti sosial dengan membagi-bagikan paket sembako, makanan bayi, peralatan rumah tangga dan kasur pada sejumlah kawasan terdampak banjir di Jepara dan Kudus.

Bantuan dari Partai Gerindra ini diberikan di empat titik, yakni di Desa Dorang Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara serta di Desa Blimbing Kidul, Banget dan Pasuruan Lor Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus.

“Saya bekerjasama dengan kementrian sosial memberikan bantuan ini supaya bisa dimanfaatkan di saat-saat banjir seperti ini” kata Abdul Wachid, anggota komisi VIII DPR RI, Rabu (03/02/2021).

Pemberian bantuan ini juga melibatkan sekitar tiga puluh orang didampingi beberapa anggota fraksi dan melibatkan seluruh elemen partai gerindra untuk membantu masyarakat.

Biasanya bantuan diberikan secara beramai – ramai lebih banyak orang, namun saat ini pemberian bantuan dilakukan secara terbatas karena maish dalam masa pandemi.

Ia menambahkan bahwa yang perlu lebih diperhatikan ialah saat pasca banjir. Lantaran banyak lahan pertanian yang rusak serta adanya pelaku usaha kecil yang juga terkena dampak banjir.

“Yang perlu kita perhatikan juga adalah pasca banjir, ada masalah pertanian masalah usaha kecil menengah ini perlu ada bantuan juga dari pemerintah daerah maupun dari pemerintab pusat” imbuh anggota Komisi XIII, saat ditemui di kediaman kader Gerindra Kudus Sutriman di Desa Blimbing Kidul, Kaliwungu, Kudus.

Untuk mengatasi banjir di Desa Setrokalangan dan Blimbing Kidul (Kecamatan Kaliwungu) serta Desa Dorang (Kecamatan Nalumsari), selain normalisasi sungai, juga dibuatkan sudetan ke arah barat menuju Kabupaten Jepara.

” Upaya lainnya, yakni dengan pembuatan embung di Kabupaten Kudus yang kelak bisa mengatasi permasalahan banjir di sejumlah desa tersebut setiap kali terjadi curah hujan tinggi,” kata dia.

Ia mencontohkan banjir di Desa Dorang, di antaranya menerima limpasan banjir dari Blimbing Kidul. Jika sudah tersedia embung, tidak akan berdampak banjir di daerah lain.

“Manfaatnya tidak hanya saat musim hujan bisa menampung air sehingga bisa mengurangi genangan, tetapi pada musim kemarau bisa menjadi stok untuk pengairan lahan pertanian di daerah setempat,” ujar Abdul Wachid yang juga Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Gerindra.

Menurut dia bencana banjir yang melanda Kudus dan Jepara, dipastikan juga membuat ribuan hektar areal persawahan ikut terendam. Akibatnya, banyak petani yang akan mengalami gagal panen akibat bencana tersebut.

Untuk kembali melakukan tanam, para petani harus mengeluarkan biaya ekstra untuk pengolahan lahan dan pembelian bibit.

Sementara, untuk kebutuhan pupuk, petani dipastikan juga akan kesulitan karena jatah pupuk subsidi yang mereka peroleh dari Kartu Tani hanya bisa untuk sekali tebus.

“Untuk pupuk bersubsidi yang diperoleh lewat Kartu Tani, alokasinya hanya untuk sekali. Jadi, ini akan menjadi persoalan tersendiri bagi petani korban banjir,” ujarnya.

Selain harus ada bantuan benih, harus ada keringanan soal soal pemberlakuan Kartu Tani agar petani korban banjir bisa mengakses pupuk bersubsidi lagi.

“Saya akan mendesak pemerintah untuk memberi keringanan soal Kartu Tani agar petani korban banjir bisa menanam lagi,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Kudus sekaligus Ketua DPC Gerindra Kudus, Sulistyo Utomo mengungkapkan bahwa penyaluran bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban para korban banjir.

“Semoga bantuan kami bermanfaat untuk masyarakat yang terdampak banjir, harapan kami banjir segera surut supaya mereka bisa melakukan aktivitas seperti biasa lagi” terangnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Gerindra ingin untuk selalu hadir membantu masyarakat saat dibutuhkan. Tidak hanya membantu saat akan Pemilu saja.

“Meski pemilu masih jauh, kita tetap peduli, tidak hanya membantu karena hanya ada pemilu saja” tutupnya.

Seperti diketahui, selain merendam pemukiman, ratusan hektar lahan pertanian juga ikut terendam. Beberapa diantaranya dipastikan gagal panen lantaran telah terendam hingga seminggu lebih. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.