Laga Catur Percasi Kudus, Wadah Atlet Asah Teori dan Mental Jelang Kejuprov 2020

oleh

Kudus, isknews.com – Puluhan atlet catur “Kota Kretek” mengikuti Laga Catur Percasi Pengurus Cabang (Pengcab) Kudus yang berlangsung di halaman SMA Muhammadiyah Kudus, Minggu (16/02/2020).

Acara dibuka oleh ketua KONI Kudus Antoni Alfin yang diikuti sebanyak 65 peserta dari semua kalangan dan umur mulai usia anak-anak hingga dewasa.

Para atlet Catur saat sedang bertanding di gelaran Laga Percasi Kudus 2020 di lapangan basket SMA Muhammadiyah Kudus (Foto: YM)

“Kudus memiliki potensi pecatur yang baik. Prestasi ini harus dipertahankan dan dijaga. Karena laga seperti ini perlu terus dilakukan, Karena itu even seperti ini perlu terus dilakukan. Potensi pecatur muda juga perlu diasah terus tentu akan menghasilkan atlet-atlet catur yang membanggakan Kudus kedepan,” tutur Antoni.

Ketua Pengkab Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Kudus, Teguh Anggoro Kasih yang sekaligus menjadi ketua pelaksana kegiatan ini mengatakan, laga ini digelar untuk mengasah kemampuan teori dan mental para atlet sebelum turun dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur Percasi yang rencana dilaksanakan di Pati di bulan Juli mendatang.

TRENDING :  I Love Street Soccer High School

Sekedar apresiasi dalam laga kali ini, panitia menyediakan doorprize dan hadiah bagi peserta total Rp 360 ribu.

“Hadiahnya memang belum seberapa, hanya sebagai bentuk apresiasi bagi
peserta yang ikut dalam Laga Catur Percasi,” ungkap Teguh.

Menurutnya, ini merupakan kegiatan laga pertama yang diselenggarakan
Percasi Pengcab Kudus di tahun 2020. Rencana, pihaknya akan menggelar
putaran laga kedua pada Maret nanti, serta putaran ketiga Juni atau Juli
mendatang sebelum berlangsung Kejurprov.

Untuk laga catur ini, pihaknya dibantu Wasit Ketua Noor Chakim, serta wasit anggota Sucipto dan Wawan Fauzi sebagai wasit pairing yang mengolah hasil pertandingan di perangkat komputer dengan menggunakan
program Swiss Manager.  Dengan begitu hasilnya dapat terekapitulasi
lebih  cepat, tepat dan baik.

“Ajang ini sekaligus untuk mencari bibit-bibit catur yang ada di Kudus dan yang kedua memang mengembangkan juga memajukan catur yang ada di Kabupaten Kudus ini, karena selama ini catur masih dipandang sebelah mata oleh sebagian orang masih dianggap sesuatu olahraga yang kurang begitu baik dan populer,” ungkap dia.

TRENDING :  Kaji Ulang Target Medali, KONI Optimis Potensi Perolehan Emas Porprov Jateng 2022 Meningkat

Menurtnya di Kudus ini faktanya pecinta catur itu sangat banyak sekali bahkan di setiap pelosok pelosok atau di tempat manapun itu banyak sekali orang yang senang catur.

“Rencananya laga ini akan kita laksanakan 3 kali putaran dan Alhamdulillah di kesempatan kali ini kita bisa laksanakan di SMA Muhammadiyah Kudus, kami berterima kasih kepada bapak kepala sekolah bapak Toni yang sudah memberikan fasilitasi untuk tempat kegiatan laga pembukaan catur yang pertama kali,” ungkapnya.

Wasit Ketua Laga Catur Percasi Kudus, Noor Chakim menambahkan, pihaknya bersama wasit lainnya akan melakukan pengawasan laga ini secara fair. Artinya, apabila terjadi error pada jam catur atau adanya komplain dari atlet peserta akan diselesaikan secara baik.

TRENDING :  Antoni Alfin dan Firdaus Ardyansyah Berebut Ketua KONI Kudus

Komplain dalam permain catur dapat diselesaikan dewan hakim sebagai pendamping yang diambilkan dari peserta berpengalaman atau memiliki jam terbang tinggi.

Baik Teguh maupun Hakim mengatakan, penghobi dan atlet catur di Kudus cukup banyak. Untuk membangkitkan antusiasme atlet dalam meraih prestasi, butuh dukungan semua pihak baik dari orang tua, organisasi serta pemerintah. Khusus Percasi Kudus diakui belum mampu menghasilkan atlet nasional maupun internasional, tetapi untuk tingkat regional Provinsi Jawa Tengah cukup banyak.

Sejumlah atlet yunior yang ada di Kudus sekarang ini, memiliki potensi mengorbit hingga tingkat nasional dan internasional pada tahun- tahun mendatang. Di antaranya Rohman alias Mawel, serta Nabil Ischak Putri.

“Prestasi tertinggi kami menjadi juara tingkat regional Jawa Tengah, sekitar empat tahun lalu,”  sambung Nabil, atlet yang kini masih duduk di kelas 2 SMA dan mengaku menggeluti dunia catur sejak usia TK. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :