Langkah Deradikalisasi: Mantan Napiter dan Aktivis JI Kudus Hadiri Upacara 17 Agustus

oleh -104 Dilihat
Kapolsek Kudus Kota AKP Subkhan berfoto bersama mantan napiter dan aktivis JI. Momen ini menjadi simbol rekonsiliasi dan persatuan demi Indonesia yang lebih kuat. (Foto: Polsek Kudus Kota)

Kudus, isknews.com – Upaya deradikalisasi di Kabupaten Kudus menunjukkan hasil nyata. Pada peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di Alun-Alun Simpang Tujuh, Minggu (17/8/2025), mantan narapidana terorisme dan mantan aktivis Jamaah Islamiyah (JI) Kudus hadir sebagai peserta upacara dengan membentuk satu pleton tersendiri.

Kapolsek Kudus Kota AKP Subkhan, yang dikenal dekat dengan para mantan napiter, menyampaikan bahwa kehadiran mereka merupakan simbol persatuan sekaligus bukti keberhasilan pembinaan yang berkelanjutan.

“Mengundang mereka adalah bukti bahwa NKRI memberi ruang bagi siapa pun yang ingin kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Ini langkah keberlanjutan dalam merawat kebinekaan dan memperkuat kesadaran kebangsaan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi sejumlah instansi yang konsisten menjalankan program deradikalisasi serta pembinaan terhadap mantan napiter di Kabupaten Kudus.

Kehadiran mereka mendapat apresiasi dari sejumlah tokoh masyarakat yang menilai momen ini sebagai simbol rekonsiliasi nasional sekaligus penguatan nilai kebangsaan di tengah ancaman ideologi transnasional.

Kapolsek Kudus Kota berharap kegiatan serupa bisa menginspirasi daerah lain dalam memperkuat ketahanan nasional melalui pendekatan humanis dan kolaboratif.

“Kemerdekaan ini milik semua warga negara. Tidak ada yang lebih indah dari melihat anak bangsa kembali bersatu untuk Indonesia yang lebih baik. Mari bersama-sama membangun bangsa dan negara tanpa harus mempermasalahkan latar belakangnya,” ungkapnya.

Sementara itu, seorang mantan aktivis Jamaah Islamiyah (JI) Kudus menegaskan tekadnya untuk memberikan kontribusi positif bagi bangsa.

“Saya ucapkan terima kasih kepada AKP Subkhan yang tidak pernah putus asa berkomunikasi dengan kami sejak dahulu. Saya sadar pernah berada di jalan yang salah. Namun, hari ini saya berdiri di sini sebagai bagian dari bangsa yang besar. Saya siap membuktikan bahwa perubahan itu mungkin,” katanya.

Salah satu mantan narapidana terorisme yang enggan disebutkan namanya mengaku bangga dapat bergabung dengan masyarakat dalam momen bersejarah tersebut.

“Saya merasa terhormat bisa berdiri di tengah warga Kudus dalam momen sakral ini. Ini langkah baru dalam hidup saya, dan saya ingin menunjukkan saya benar-benar kembali kepada NKRI,” ungkapnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :