KUDUS, ISKNEWS.COM – Berbekal latihan hingga delapan jam setiap hari, Gani Ifandi kini menjadi tumpuan Kabupaten Kudus untuk berburu medali emas pada cabang olahraga e-sport Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.
Atlet berusia 26 tahun tersebut menjadi satu-satunya wakil Kudus yang akan turun pada nomor konsol PlayStation 5 (PS5) kategori e-Football. Meski harus menghadapi persaingan ketat dari atlet-atlet terbaik berbagai daerah, Gani optimistis mampu memberikan hasil terbaik.
“Emas, insyaallah,” kata Gani, Rabu (9/9/2026).
Target tersebut bukan tanpa persiapan. Menjelang Porprov Jateng 2026, Gani terus meningkatkan intensitas latihan. Dalam sehari, ia sedikitnya menghabiskan waktu lima jam untuk berlatih, bahkan rata-rata bisa mencapai delapan jam.
“Saya latihan setiap hari, minimal lima jam dan rata-rata sampai delapan jam,” ujarnya.
Gani telah mengenal permainan sepak bola virtual sejak 2016 saat masih menggunakan PlayStation 3. Namun, keseriusannya mengikuti kompetisi mulai tumbuh pada 2020.
Sejak saat itu, ia aktif mengikuti berbagai turnamen lokal di Kudus maupun kompetisi daring. Pengalamannya di dunia e-sport juga pernah membuahkan prestasi ketika membawa nama Kudus dalam kompetisi virtual pada 2021.
Menurut Gani, kemampuan teknis bukan menjadi satu-satunya faktor penentu dalam pertandingan e-Football. Mental bertanding menjadi modal penting, terutama ketika seorang pemain berada dalam situasi tertinggal.
“Yang paling penting mental bertanding, setelah itu baru menyesuaikan formasi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Kabupaten (Pengkab) Esports Indonesia (ESI) Kudus, Raka Raihan Rasyiq mengatakan persiapan Gani menuju Porprov Jateng 2026 kini telah mencapai sekitar 80 persen.
Tahap persiapan selanjutnya akan difokuskan pada pematangan strategi dan kemampuan membaca karakter permainan lawan.
“Persiapan saat ini insyaallah sudah hampir 80 persen. Tinggal pematangan strategi,” kata Raka.
Menurutnya, Gani tidak akan terpaku menggunakan satu formasi. Strategi permainan akan disesuaikan dengan situasi dan karakter lawan yang dihadapi.
“Strateginya melihat permainan lawan dulu, kemudian mencari celahnya,” ujarnya.
Kemampuan beradaptasi menjadi penting dalam pertandingan e-Football. Seorang atlet harus mampu menentukan kapan bermain bertahan, melakukan serangan balik, hingga mengubah formasi sesuai perkembangan pertandingan.
Untuk menambah jam terbang, Gani juga rutin mengikuti turnamen online. Kompetisi tersebut dimanfaatkan untuk menghadapi pemain dari berbagai daerah dengan karakter permainan yang berbeda.
“Setiap Jumat malam biasanya ada turnamen online. Ada juga pemain dari daerah lain yang ikut,” jelas Raka.
Namun, persiapan menuju Porprov tidak sepenuhnya berjalan tanpa kendala. Pengkab ESI Kudus hingga saat ini masih menghadapi keterbatasan perangkat untuk menunjang latihan.
“Kendalanya masih di device karena latihan sementara di rental,” ungkapnya.
Selain perangkat, koneksi internet juga menjadi faktor penting dalam pembinaan atlet e-sport, khususnya untuk nomor e-Football berbasis konsol.
Minimnya kompetisi offline sepanjang tahun ini juga menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, turnamen daring terus dimanfaatkan untuk menjaga jam terbang sekaligus menguji kemampuan Gani menghadapi berbagai lawan.
Dalam persaingan Porprov Jateng 2026, Raka mengaku tidak ingin meremehkan kekuatan daerah mana pun. Seluruh kontingen dipastikan membawa atlet terbaiknya.
Namun, Kendal sebagai tuan rumah, Jepara dan Surakarta menjadi beberapa daerah yang dinilai memiliki kekuatan cukup berat.
“Semua kami waspadai karena setiap daerah membawa atlet terbaik. Kendal, Jepara, dan Surakarta cukup berat,” katanya.
Menurut Raka, sejumlah atlet dari daerah tersebut memiliki pengalaman kompetitif yang kuat. Bahkan, beberapa di antaranya telah berstatus sebagai pro player dan mengikuti kompetisi liga virtual resmi.
Meski menghadapi persaingan ketat dan keterbatasan fasilitas latihan, ESI Kudus tetap berharap Gani mampu memberikan kejutan pada Porprov Jateng 2026.
Bagi Raka, perjuangan Gani juga diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian terhadap perkembangan e-sport di Kabupaten Kudus.
Menurutnya, e-sport kini bukan sekadar aktivitas bermain gim, melainkan telah berkembang menjadi cabang olahraga prestasi dengan peluang besar di bidang konten digital hingga industri kreatif.
“Harapannya pemerintah semakin memperhatikan e-sport karena potensinya cukup luas,” pungkas Raka. (YM/YM)







