Lazismu RS Aisyiyah Salurkan 693 Paket Sembako Bagi Guru Madin dan TPQ

oleh -627 Dilihat

Kudus, isknews.com – Program ketahanan pangan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) RS ‘Aisiyah Kudus menyalurkan bantuan paket Sembako bagi 693 guru dari tingkat kelompok bermain (KB), TK, madin dan TPQ di bawah naungan persyarikatan Muhammadiyah dan Aisyiyah di Kudus.

Dilaksanakan secara simbolik di Aula lantai, Ketua Lazismu RS Aisiyah Kudus, KH Subchan mengatakan bahwa penyaluran bantuan Sembako ini ditujukan sebagai bentuk kepedulian pihaknya akan nasib para para swasta di Kudus selama pandemi.

“Kami pilih guru swasta, karena gaji mereka kecil. Apalagi dengan adanya pandemi ini gaji mereka tidak cair karena sekolah libur panjang dan belum tahu kapan akan kembali aktif,” kata KH Subchan, Sabtu (15/08/2020).

Menurutnya para guru swasta ini dianggap paling terdampak secara ekonomi, sebab sekolah-sekolah libur Covid. Melalui bantuan Sembako ini, pihaknya berharap bisa meringakan beban para guru swasta.

Ketua Lazismu RS Aisiyah Kudus, KH Subchan saat secara simbolis memberikan bantuan kepada guru-guru dibawah sekolah Muhammadiyah dan Aisyiyah Kudus (Foto: YM)

“Bantuan yang kami salurkan hari ini ada 693 paket Sembako. Terdiri dari beras, minyak goreng, gula, kecap dan teh. Ini rencananya akan kami berikan secara berkala,” terangnya.

“Ini bentuk kepedulian tahap pertama untuk mengcover kebutuhan di masa pandemi, dan tidak menutup kemungkinan bisa berlanjut. Karena masih ada guru madin yang tidak mendapat gaji, guru paket KB dan TK juga ada yang gajinya tertunda karena muridnya belum masuk,” katanya.

Ditemui usai mewakili sejumlah guru TPQ Aisyiyah di Kudus. Kepala TPQ Aisiyah Jati Kulon, Durrotul Fatimah mengaku selama pandemi ini ia dan rekan-rekannya banting setir berjualan keliling untuk menyambung kehidupan keluarganya.

Ketua Lazismu KH Subchan dan direktur RS Aisyiyah Kudus dan ratusan paket senbako yang akan diberikan kepada 693 guru kelompok bermain (KB), TK, madin dan TPQ (Foto: YM)

“Sekolah libur, anak-anak tidak masuk jadi kami tidak mendapat gaji. Kalau biasanya di TPQ kami mendapat honor Rp 100 ribu sampai 200 ribu perbulan. Enam bulan pandemi ini, kami berjualan keliling agar tetap ada pemasukan,” katanya.

Untuk itu, dirinya mengucapkan terimakasih pada Lazizmu dan Muhammadiyah Covid-19 Center (MCC) yang telah memberikan bantuan pada dia dan rekan-rekannya.

“Pada Pemerintah Kabupaten Kudus, kami juga ucapkan terima kasih atas progam tunjangan kesejahteraan guru swasta (TKGS) senilai Rp 350 ribu perbulan yang masih berjalan lancar sampai saat ini,” ujarnya. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.