Petasan Berukuran Besar Meledak di Malam Takbiran, Renggut Nyawa Warga Karangrowo

oleh -22.259 views
Salah satu korban ledakan petasan di Desa Karangrowo saat dirawat di R Mardi Rahayu Kudus (Foto: istimewa)

Kudus, isknews.com – Proses pembuatan petasan oleh sejumlah pemuda di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kudus, berakhir tragis. Petasan berukuran kategori besar yang sedang dibuat oleh para pemuda di pelataran sebuah rumah itu meledak sebelum sempat dinyalakan oleh mereka dan memakan 3 korban dengan 1 orang meninggal dunia.

Menurut Kepala Desa Karangrowo Heri Darwanto, saat dihubungi media ini mengatakan, peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 19.30 tepat pada malam takbiran di Dukuh Ngelo, Kampung Ngeseng Desa Karangrowo RT 05 RW IV Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kudus. Rabu (12/05/2021) malam.

Saat itu kata Heri, sekelompok pemuda sedang merakit petasan berukuran diameter 3 inch, panjang 30 cm dan dijejali dengan sekitar 1 kilogram obat mercon, lalu tiba-tiba meledak saat pada tahapan pemasangan sumbu atau uceng yang berakibat ledakan hebatnya menyambar bagian tubuh mereka.

“Ketiga korban langsung dilarikan ke RS Mardi Rahayu, namun nyawa TM (20) tak bisa diselamatkan, TM meninggal dengan kondisi mengenaskan, sedangkan yang lain  CA (19) dan MFP (19) mengalamui luka dengan kondisi tangan mengelupas dan kaki patah,” ujar Heri.

Dijelaskannya, sebetulnya petasan belum sempat dinyalakan, baru dipasang uceng dengan menggunakan obeng atau sejenis besi.

“Gesekan antara obat mercon dan besi itulah kemungkinan yang menyebakan petasan kemudian meletus, obat mercon sekitar 1 kg,” terangnya.

Dituturkannya, dahsyatnya ledakan dari petasan besar itu sehingga menyebabkan korban TM sempat terpental ke aliran sungai dan suara dentuman terdengar sangat keras sekali.

“Korban meninggal TM yang merupakan seorang mahasiswa dan putra salah satu perangkat desa yang tadinya cuman iseng mengamati proses pembuatan petasan itu, dengan menyorotkan lampu senter dari HP miliknya, ternyata tanpa diketahuinya petasan itu meledak, dan merenggut nyawanya,” terangnya.

Heri sempat menyangkal bila sejumlah pihak menyebut itu sebagai pesta petasan di Desanya.

“Tidak ada pesta petasan di Desa kami, ini adalah kecelakaan saat sejumlah pemuda sedang membuat satu petasan,” katanya seraya menampik sebuah pemberitaan media.

Sementara itu, dihubungi oleh awak media, Kapolres Kudus Aditya Surya Dharma membenarkan adanya ledakan petasan yang korban korban tersebut.

“Informasi awal ada tiga orang mercon induk (petasan) di pinggir jalan di Desa Karangrowo. Kejadian sekitar jam 19.30 WIB, ”katanya Rabu (12/5/2021) malam.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak bermain petasan, lantaran sangat berbahaya. Masyarakat juga memberikan informasi jika ada membuat atauu menjual petasan.

“Informasikan kepada kami jika ada yang jual mercon, bahannya, atau tempat ditimbunya dimana, tolong informasikan segera. Akan kami tindak lanjuti, ” tegasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :