Lesu, Perahu Wisata Logung Siap Terapkan Protokol Kesehatan, Jika Diijinkan Operasi

oleh

Kudus, isknews.com – Sejumlah pengelola perahu wisata di Kawasan Bendungan Logung perbatasan Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe dan Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, mengeluhkan penutupan operasional semua kegiatan sektor wisata, termasuk usaha penyewaan perahu yang kini digelutinya.

Pandemi Corona telah menyebabkan kondisi sulit. Usaha yang dirintis tahun lalu masih belum balik modal karena dalam masa penataan dan impounding waduk. Sedangkan tahun ini, usaha terkendala penyebaran virus korona.

Pemilik perahu, Khoirul Lukman (48), yang juga didampingi sejumlah pengelola perahu wisata yang lainnya, mengaku sejak April-Mei hingga saat sekarang dia sama sekali tidak mendapatkan penghasilan.

TRENDING :  Kewenangan Provinsi, Pemkab Kudus Hanya Bisa Lakukan Perbaikan Sementara Tanggul Jebol

“Sebelum penyebaran korona, setiap hari dia mendapat penghasilan minimal sebesar Rp 100 ribu. Saat ini tidak ada penghasilan sama sekali,” katanya, kepada sejumlah awak media, Rabu (27/05/2020) siang.

Saat sekarang, di lokasi terdapat 23 perahu wisata. Sebanyak 21 unit diantaranya berkondisi baik, sedangkan dua lainnya rusak.

Biaya pembuatan satu unit perahu sekitar Rp 25 juta lebih. Menurut pengakuannya, belum pemilik perahu balik modal.

TRENDING :  Kudus Segera Miliki Mal Pelayanan Publik (MPP)
Sejumlah perahu wisata yang sudah 3 bulan ditambatkan di arena waduk Logung Kudus (Foto: YM)

”Yang rusak mungkin karena terlalu lama tidak digunakan,” jelasnya.

Pekan depan, dia dan rekan-rekannya akan menggelar selamatan. Pihaknya tidak mengetahui apakah usaha perahu wisata di Waduk Logung diizinkan.

”Kami berharap ada keadilan. Pasalnya, usaha angkutan, pasar dan mal diizinkan beroperasi. Seharusnya, usahanya juga diberikan kesempatan serupa,” ujarnya.

Dijalankan Jika diizinkan beroperasi, dia mengaku siap menjalankan protokol kesehatan. Seandainya penumpang tidak mau menerapan hal tersebut, pihaknya akan menolaknya.

Pengoperasian perahu wisata di Waduk Logung akan membuat pemilik usaha seperti dirinya dapat menutup modal usaha. Kondisi yang ada sekarang ini dinilai belum kondusif untuk mengembalikan biaya yang telah dikeluarkan.

TRENDING :  Mulai 2019, Pemkab Jepara Gratiskan Retribusi Wisata

”Intinya, aturan kesehatan dijalankan namun kami dapat tetap beroperasi,” imbuhnya.

Terpisah, salah seorang pemilik warung di dekat lokasi wisata perahu Tumirah (50), mengaku saat ini tempat usahanya sepi.

Dahulu, hampir setiap hari tempat tersebut dikunjungi pengunjung. Rupanya wisata wisata perahu sangat menarik minat warga sekitar dan dari luar daerah.

”Kami berharap kondisi normal kembali,” imbuhnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :