Lewat Job Fair 2025, Bellinda Ajak Dunia Usaha Dukung Rekrutmen Transparan dan Inklusif

oleh -862 Dilihat
Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton, menyapa para pencari kerja dan perwakilan perusahaan peserta Job Fair Kudus 2025 di Gedung Graha Mustika Kudus, Jumat (10/10/2025). (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton mengajak dunia usaha untuk bersama-sama mendukung sistem rekrutmen tenaga kerja yang transparan, inklusif, dan modern. Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Job Fair Kudus 2025 di Gedung Graha Mustika Kudus, Jumat (10/10/2025).

Menurut Bellinda, kegiatan ini tidak sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi wadah nyata yang mempertemukan dunia industri dengan para pencari kerja secara langsung. Dengan penerapan sistem digital dan konsep walk-in interview, pelaksanaan job fair diharapkan dapat mempercepat proses rekrutmen sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

“Kami ingin mengubah paradigma bahwa job fair bukan hanya acara seremonial, tetapi wadah nyata yang mempertemukan kebutuhan industri dengan potensi tenaga kerja lokal,” ujar Bellinda.

Job Fair Kudus 2025 diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Disnakerperinkop UKM) Kabupaten Kudus, bekerja sama dengan platform digital Jobcity.id. Selama dua hari pelaksanaan, Jumat–Sabtu (10–11 Oktober 2025), sebanyak 20 perusahaan ikut berpartisipasi dengan menyediakan 1.401 lowongan kerja, termasuk formasi untuk penyandang disabilitas.

Bellinda menilai, kolaborasi antara pemerintah daerah dan platform digital menjadi langkah strategis dalam menciptakan proses rekrutmen yang cepat, efisien, dan bebas dari praktik-praktik tidak transparan.

“Kami ingin sistem ketenagakerjaan di Kudus lebih modern dan terbuka. Pendaftaran dilakukan secara online, dan saat hari H langsung ada walk-in interview agar prosesnya lebih efektif,” jelasnya.

Melalui platform Jobcity.id, para pencari kerja dapat mendaftar secara daring, sementara perusahaan menyeleksi kandidat yang sesuai sebelum pelaksanaan. Dengan begitu, wawancara kerja dapat dilakukan langsung di stan perusahaan yang telah disiapkan.

Selain mendukung transparansi, Bellinda juga menekankan pentingnya prinsip inklusi dan keberlanjutan dalam pelaksanaan job fair. Kegiatan ini menerapkan konsep paperless untuk mengurangi penggunaan kertas dan melibatkan BPJS Ketenagakerjaan serta BPJS Kesehatan dalam memberikan sosialisasi perlindungan tenaga kerja.

“Kami ingin menunjukkan bahwa sinergi pemerintah dengan sektor swasta dan startup digital bisa berjalan efektif. Ini efisiensi anggaran sekaligus mendukung prinsip berkelanjutan,” tuturnya.

Job Fair Kudus 2025 diselenggarakan berdasarkan Permenaker Nomor 5 Tahun 2024 tentang Sistem Informasi Pencari Kerja serta Permenaker Nomor 18 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Penempatan Tenaga Kerja.

Bellinda berharap kegiatan ini menjadi solusi konkret bagi pencari kerja dan perusahaan di Kudus.

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Dunia usaha diharapkan ikut mendukung upaya pemerintah menciptakan iklim ketenagakerjaan yang sehat, transparan, dan inklusif,” pungkasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :