LHKP Muhammadiyah Gelar Survey, Dua Calon Bupati Kudus Jawab Melalui Visi-Misi Mereka

oleh -490 Dilihat
Ketua penyelenggara yang juga ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PD Muhammadiyah Kudus Dr. Bonnix Maulana (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten kudus melalui Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PD Muhammadiyah Kudus menggelar Dialog Politik Kebangsaan yang dihadiri oleh dua pasang calon bupati Kudus Hartopo – Mawahib dan Samani-Bellinda di gedung serbaguna Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU), Minggu (21/09/2024).

Acara yang menjadi tradisi Muhammadiyah setiap menjelang pemilihan kepala daerah tersebut berlangsung sukses dan penuh antusiasme ini merupakan forum internal yang dihadiri oleh 190 kader struktural Muhammadiyah, mulai dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) hingga ketua ranting dan pimpinan organisasi otonom (ortom) di lingkungan PDM Kudus.

Tujuan utama acara ini adalah untuk memperkenalkan visi dan misi pasangan calon bupati dan wakil bupati yang akan berlaga dalam Pilkada Kudus 2024. Agar para kader dapat mendengar dari para calon kepala daerah secara langsung tentang apa yang akan mereka perjuangkan bila mereka nanti terpilih.

Dalam sambutannya, Sekretaris PDM Muhammadiyah Kudus, Zulfa Kurniawan, mewakili Ketua PDM, mengucapkan selamat datang kepada pasangan calon bupati dan wakil bupati, Dr. Hartopo-Mawahib Afkar dan Dr. Sam’ani Intaqoris-Bellinda Putri Birton. Zulfa juga mengucapkan terima kasih atas kesediaan para calon untuk hadir dan berdialog dengan keluarga besar Muhammadiyah Kudus.

Hadir pada sesi pertama pasangan calon Bupati Kudus Hartopo dan calon wakil bupati Mawahib (Foto:YM)

Zulfa Kurniawan menegaskan bahwa Muhammadiyah, sesuai dengan Khittah atau Garis Strategi Perjuangan sejak Palembang 1956 hingga Denpasar 2002, tidak terlibat dalam politik praktis. Namun, Muhammadiyah tetap memandang politik sebagai salah satu aspek dari muamalah duniawiyah yang harus dibingkai oleh nilai-nilai Islam.

“Muhammadiyah tidak anti-politik, tetapi kami berusaha membangun bangsa dengan prinsip akhlak mulia dan tanggung jawab,” ujarnya.

Dalam pandangan Muhammadiyah, politik adalah sarana perjuangan untuk membangun kehidupan bangsa dan negara. Zulfa juga mengingatkan pentingnya partisipasi anggota Muhammadiyah dalam Pemilu dan Pemilukada, tetapi dengan sikap kritis, cerdas, dan menjunjung tinggi akhlak mulia.

Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak terlibat dalam politik praktis, melainkan mendukung masyarakat yang berpartisipasi secara bijak dan beradab.

Dalam acara tersebut, kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati memaparkan visi dan misi mereka. Dr. Hartopo, yang pernah menjabat sebagai Bupati Kudus, menekankan pentingnya melanjutkan program-program pembangunan, terutama di sektor ekonomi pasca-pandemi. Dia juga berjanji untuk memperkuat UMKM dan sektor pertanian sebagai pilar ekonomi Kudus.

Hadir pada sesi pertama pasangan calon Bupati Kudus Samani Intakhoris dan calon wakil bupati Bellinda Putri Sabrina Birton (Foto:YM)

Hartopo menyoroti perlunya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas layanan publik, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan. Menurutnya, keberlanjutan program yang telah berjalan akan menjadi fokus utamanya jika terpilih kembali.

Sementara itu, pasangan Samani Intaqoris dan Bellinda Putri Birton memfokuskan program mereka pada inovasi dan transparansi dalam pemerintahan. Dr Samani Intakhoris menegaskan pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran daerah serta peningkatan pelayanan publik melalui pendekatan yang lebih responsif dan efisien.

Bellinda, sebagai calon wakil bupati, menyoroti pentingnya reformasi pendidikan di Kudus. Dia berjanji untuk memastikan pendidikan yang merata dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, sehingga dapat mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing tinggi.

Selain pemaparan program dari kedua pasangan calon, acara ini juga menghadirkan hasil mini survei yang dilakukan oleh LHKP Muhammadiyah Kudus.

Dr. Bonnix Maulana akademisi UMKU yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia, memaparkan hasil survei yang dilakukan selama sebulan terakhir. Survei ini melibatkan 1.031 responden yang tersebar di seluruh sembilan kecamatan di Kudus.

Hasil survei menunjukkan bahwa masyarakat Kudus masih memiliki harapan besar terhadap peningkatan pelayanan publik, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan. Di bidang ekonomi, penguatan UMKM dan pengurangan pengangguran menjadi isu utama yang diharapkan masyarakat dapat diselesaikan oleh bupati terpilih.

Dalam sesi dialog, kedua pasangan calon ditanya oleh para kader Muhammadiyah tentang rencana mereka dalam mengatasi masalah kebersihan dan lingkungan di Kudus. Dr. Hartopo menjelaskan bahwa program pengelolaan sampah yang ramah lingkungan akan menjadi prioritas, sementara Sam’ani menekankan perlunya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Zulfa Kurniawan menutup acara dengan mengingatkan kembali pentingnya kepribadian Muhammadiyah dalam membantu pemerintah dan bekerjasama dengan berbagai golongan untuk memelihara serta membangun negara.

Dia menekankan bahwa Muhammadiyah akan terus berperan dalam menciptakan masyarakat yang adil dan makmur, tanpa terlibat dalam politik praktis.

Acara ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara Muhammadiyah dan para calon pemimpin Kudus, sekaligus memberikan wawasan lebih kepada masyarakat tentang pentingnya memilih pemimpin yang amanah, berakhlak mulia, dan memiliki visi yang jelas untuk masa depan Kudus. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.