Liga Ramadhan, Cara Siswa ASTI Kudus Ngabuburit Asyik Tunggu Waktu Berbuka

oleh -443 Dilihat
Sejumlah siswa ASTI yang dibagi dalam beberapa tim, saat menggelar kompetisi internal Liga Ramadhan 2023 di Stadion Wergu Wetan Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Puluhan siswa Akademi Sarana Talenta Indonesia (ASTI) Kudus, dari berbagai kelompok umur punya cara sendiri dalam mengisi waktu menunggu berbuka puasa selama bulan Ramadan atau Ngabuburit yakni dengan menggelar kompetisi internal Liga Ramadhan 2023, dengan seluruh pesertanya adalah siswa akademi sepak bola tersebut yang berjumlah hampir 80 siswa di Stadion Wergu Wetan Kudus, Sabtu (25/03/2023).

ASTI yang tahun ini sempat meloloskan tiga siswanya masuk skuad Timnas Indonesia U-12 untuk Turnamen di Malaysia itu memang memiliki program khusus untuk tetap menjaga kebugaran badan siswa siswa selama masa bulan puasa ini agar kondisi fitalitas fisik mereka tetap terjaga.

Menurut CEO ASTI Kudus Arif Budianto, Liga Ramadan ini merupakan kegiatan rutin yang digelar di akademinya pada setiap bulan Ramadan, hanya saja sebelum ini memang sempat terhenti selama dua tahun akibat pandemi Covid-19.

“Nama-nama timnya terinspirasi dari kompetisi sepak bola antar klub di Eropa Liga Champions, kami ambil dari nama-nama klub di eropa tersebut biar lebih seru dan semangat. Tentu saja teknisnya berbeda dengan kegiatan diluar bulan Ramadan, kita cuma bermain 15 menit setiap babak pertandingan,” ujarnya.

Menurutnya, dalam Liga Ramadhan yang akan pihaknya gelar selama 10 hari ini para siswa ASTI dibagi dalam lima tim dengan mencampur kelompok umur yakni mulai dari usia 10 hingga 16 tahun dengan maksud meningkatkan skill dan pengalaman siswa saat menghadapi lawan atau kawan bertanding dengan berbagai postur yang berbeda sesuai masing-masing usia siswa.

“Formasi dan posisi pemainpun tidak boleh memilih, karena semua siswa ASTI harus punya pengalaman berada di posisi sebagai apapun di lapangan sepak bola. Seperti inilah mereka meluangkan waktu untuk ngabuburit selama bulan Ramadan,” ujarnya.

Dikatakannya, semua siswa ASTI saat ini memang menunaikan ibadah puasa Ramadan, kecuali beberapa yang memang non muslim.

“Meski begitu yang non muslim juga ada yang ikut berpuasa padahal kita tidak memintanya,” terang Arif.

Dikatakan oleh Arif,dalam Liga ini pihaknya juga menyediakan hadiah Trophy bagi tim pemenang, top skor, pemain terbaik bahkan pelatih terbaik akan memperoleh apresiasi dari pihak Akademi.

“Pokoknya ini merupakan ngabuburit asyik bagi para Siswa dan Pelatihnya,” tuturnya.

Sementara salah satu siswa ASTI Kudus asal Semarang, Raka Aditya mengungkapkan, bermain di bulan Ramadan memang cukup menguras tenaga. Apalagi dengan kurangnya asupan makanan dan minuman sehingga cukup mempengaruhi konsentrasi. Meski begitu, dia mengaku enjoy dalam menjalani pertandingan di Liga Ramadan ini.

”Sekalian untuk ngabuburit juga, jadi selesai olahraga langsung berbuka,” tandasnya. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.