Lihat Potensi Talenta Kreatif Kudus, ini Kata Mendag Budi Santoso

oleh -384 Dilihat
Menteri Perdagangan Budi Santoso mencoba langsung teknologi animasi karya siswa saat berkunjung ke SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus, Kamis (12/3/2026). (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Menteri Perdagangan Budi Santoso mengunjungi SMK Raden Umar Said (RUS) di Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Kamis (12/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, Mendag berjanji akan membuka akses bagi talenta kreatif dari daerah agar dapat terhubung dengan jaringan perdagangan Indonesia di berbagai negara.

Dalam agenda itu, Mendag didampingi Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Wakil Bupati Bellinda Birton, serta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Rombongan melihat langsung berbagai karya dan potensi kreatif yang dihasilkan para siswa sekolah vokasi tersebut.

Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa pertumbuhan investasi di Jawa Tengah harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia yang mumpuni. Hal ini penting agar peluang kerja yang tersedia dapat benar-benar diisi oleh tenaga kerja lokal.

Ia menjelaskan, hingga tahun 2025 penyerapan tenaga kerja di Jawa Tengah mencapai sekitar 470 ribu orang dengan nilai investasi sekitar Rp88 triliun. Menurutnya, kesempatan kerja sebenarnya cukup terbuka, namun yang perlu diperkuat adalah kualitas SDM agar sesuai dengan kebutuhan industri.

Untuk mendukung hal itu, pemerintah daerah terus mendorong penguatan pendidikan vokasi. Saat ini, di Jawa Tengah terdapat lebih dari 1.500 sekolah vokasi serta ribuan Balai Latihan Kerja yang diharapkan mampu menyiapkan tenaga kerja terampil.

Sementara itu, Program Manager Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Galuh Paskamagma, menilai talenta kreatif yang berkembang di Kudus memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat internasional. Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini adalah akses pasar yang lebih luas agar karya-karya tersebut dapat dikenal dunia.

Ia berharap kunjungan Menteri Perdagangan menjadi momentum untuk membuka peluang baru bagi para siswa dan kreator muda di Kudus agar dapat memasarkan karya mereka hingga ke luar negeri.

Menanggapi hal tersebut, Mendag Budi Santoso menjelaskan bahwa Kementerian Perdagangan memiliki jaringan perdagangan di berbagai negara yang dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk maupun jasa dari Indonesia.

Ia menyebutkan, pemerintah memiliki atase perdagangan serta Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) yang tersebar di puluhan negara. Jaringan tersebut bertugas memperluas pasar ekspor Indonesia, tidak hanya untuk produk barang tetapi juga jasa dan karya kreatif.

Melalui fasilitas itu, Kementerian Perdagangan berkomitmen mempertemukan talenta kreatif dari daerah dengan jaringan perdagangan internasional. Dengan begitu, karya yang dihasilkan generasi muda di Kudus diharapkan mampu menembus pasar global. (AS/YM)