LKKNU Kudus Luncurkan GEGASH, Fasilitasi Pencarian Jodoh Secara Aman dan Sesuai Syariat

oleh -782 Dilihat
Peserta mengikuti launching Program GEGASH yang digelar LKKNU Kabupaten Kudus. Program pencarian jodoh berbasis pendampingan ini mendapat antusiasme tinggi dengan puluhan peserta dari berbagai daerah. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Kabupaten Kudus resmi meluncurkan program GEGASH (Golek Garwo Sah), Minggu (14/6/2026), di Aula Pondok Pesantren Yanbu’ul Qur’an Kudus. Program ini dihadirkan sebagai wadah bagi masyarakat yang ingin mencari pasangan hidup secara aman, terarah, dan sesuai dengan syariat Islam.

Peluncuran program tersebut dihadiri Rois Syuriah PCNU Kudus, KH M. Ulil Albab Arwani, Ketua Tanfidziyah PCNU Kudus, Drs. H. Asyrofi Masyitho, Ketua LKKNU Jawa Tengah, Ulil Albab, M.AP, serta jajaran pengurus LKKNU Kabupaten Kudus.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kudus, Asyrofi Masyitho, menyebut program GEGASH merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap kebutuhan masyarakat.

“Kami ingin memfasilitasi masyarakat yang membutuhkan pasangan hidup. Harapannya nanti lahir keluarga-keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah dan menjadi keluarga yang saleh serta salehah,” ujarnya.

Ketua LKKNU Kudus, H. Sutejo, S.Pd.I, mengatakan program GEGASH merupakan pengembangan dari program pencarian jodoh yang pernah dijalankan pada periode sebelumnya. Jika sebelumnya dikenal dengan nama “Biro Jodoh”, kini program tersebut hadir dengan konsep yang lebih terstruktur dan pendampingan yang lebih intensif.

“Tujuan utama program ini adalah memfasilitasi masyarakat yang belum menemukan pasangan hidup, baik yang belum pernah menikah maupun yang berstatus duda atau janda. Terutama bagi mereka yang memiliki karakter pemalu atau kesulitan mendapatkan pasangan melalui cara-cara konvensional,” ujarnya.

Menurut Sutejo, kehadiran GEGASH juga dilatarbelakangi maraknya praktik pencarian pasangan melalui media sosial yang berpotensi menimbulkan risiko penipuan atau penyalahgunaan identitas.

“Kami prihatin karena saat ini banyak akun pencarian jodoh di media sosial yang akhirnya justru menimbulkan korban, terutama perempuan. Karena itu LKKNU hadir untuk memberikan fasilitas yang aman, terpercaya, dan sesuai syariat,” katanya.

Ia menjelaskan, peserta yang mendaftar akan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pendaftaran secara daring maupun luring, verifikasi data, pendampingan, hingga proses pertemuan yang dikawal langsung oleh panitia. Bahkan, keluarga calon pasangan juga akan dilibatkan dalam proses tersebut.

“Kami tidak hanya mempertemukan peserta, tetapi juga mengawal prosesnya. Orang tua atau keluarga akan dilibatkan agar semuanya jelas dan terbuka. Harapannya, proses ini bisa berlanjut hingga ke jenjang pernikahan,” jelasnya.

Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Bahkan saat peluncuran berlangsung, jumlah pendaftar telah mencapai sekitar 90 orang dari berbagai daerah.

“Dari yang hadir saat launching ada 28 peserta perempuan dan 32 peserta laki-laki. Sisanya berhalangan hadir karena berada di luar kota bahkan luar provinsi,” ungkapnya.

Direktur Pelaksana Program GEGASH, Solikhul Huda menambahkan bahwa peserta yang mendaftar berasal dari berbagai rentang usia. Tidak hanya kalangan muda yang sedang mencari pasangan hidup, tetapi juga peserta lanjut usia yang berharap mendapatkan pendamping di masa senja.

“Peserta termuda berusia 22 hingga 23 tahun. Sementara peserta tertua dari kalangan laki-laki berusia 76 tahun. Untuk peserta usia lanjut, tujuan mereka bukan hanya mencari pasangan, tetapi juga pendamping hidup di masa tua,” terangnya.

Menurutnya, panitia telah menyiapkan tim psikolog keluarga serta tim pendamping yang akan membantu proses pencocokan peserta berdasarkan berbagai pertimbangan, termasuk usia, latar belakang, dan kesesuaian karakter.

“Kami hanya memfasilitasi dan mengikhtiarkan. Soal kecocokan hati tentu menjadi kehendak Allah SWT. Namun kami berusaha menciptakan proses yang baik dan sesuai syariat,” katanya.

Sementara itu, Salah satu peserta asal Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, mengaku tertarik mengikuti program tersebut karena dinilai memberikan wadah yang positif bagi masyarakat yang sedang mencari pasangan hidup.

“Program seperti ini sangat bagus. Saya berharap bisa mendapatkan pendamping hidup yang solehah, baik agamanya maupun akhlaknya,” ujar pria yang berusia 78 tahun itu.

Melalui program GEGASH, LKKNU Kudus berharap dapat membantu masyarakat menemukan pasangan hidup secara lebih aman, terarah, serta mendukung terwujudnya keluarga yang harmonis dan berkualitas sesuai nilai-nilai Islam. (AS/YM)