Kudus, isknews.com – Sebagai bentuk keprihatinan sosial atas musibah banjir disebagian wilayah di Kabupaten Kudus. The Sato Hotel Kudus memberikan sumbangan bantuan bagi para korban banjir di wilayah terdampak. Pada kesempatan tersebut manajemen The Sato Hotel Kudus mengirimkan bantuan berupa sejumlah paket sembako yakni beras dan mi instan kepada warga korban banjir yang berada di Desa Jetiskapuan, Kecamatan Jati, Kudus, Selasa (10/01/2023).
Bantuan dikirimkan ke Balai Desa dan diterimakan kepada Kepala Desa Jetiskapuan, Sudirno untuk disalurkan bagi warganya yang membutuhkan dikawasan yang sejumlah wilayahnya sempat terendam hingga satu meter lebih tersebut.
Menurut wakil dari manajemen The Sato Hotel Kudus, Aliando Alper, mengatakan pihaknya berharap bantuan yang berikan bisa bermanfaat dan dapat membantu meringankan warga yang terimbas banjir.
“Donasi yang kami berikan ini semoga bisa membantu pemulihan, karena kami juga ikut merasakan musibah dan derita warga yang terkena musibah banjir yang melada wilayah Kudus. Semoga bisa meringankan beban dan memberikan semangat pada warga,” ucapnya usai secara simbolis memberikan bantuan logistiknya.
Sementara itu Kepala Desa Jetiskapuan, Sudirno mengatakan pihaknya sangat berterimakasih atas bantuan dari sejumlah warga masyarakat, organisasi dan dunia usaha untuk warganya yang menjadi korban banjir ini.
“Nanti bantuan dari The Hotel Sato Kudus ini akan kami salurkan merata keseluruh warga kami yang tempat tinggalnya tertendam oleh banjir dengan mekanisme pembagian yang telah disepakati bersama oleh relawan di Desa ini,” ucapnya.
Menurutnya, sudah lebih dari sepekan, banjir merendam Desa Jetiskapuan, Jati, Kudus. Banjir tersebut hampir merendam 90 persen wilayah tersebut dan sebanyak 2300 an jiwa terdampak banjir. Hingga saat ini, ketinggian debet air relatif yakni mulai dari 20 cm hingga 120 cm di 17 RT.
“Banjir hampir merata, daerah ini salah satu yang paling parah. Hampir 90% tergenang banjir. bahkan juga termasuk akses jalannya,” ucapnya.
Hingga saat ini, warga Desa Jetiskapuan hanya mengandalkan bantuan dari donatur, baik logistik maupun obat-obatan hingga pakaian.
“Yang dibutuhkan warga banyak, Alhamdulillah hingga saat ini sudah banyak bantuan yang masuk, dan kemarin sebagian sudah kami salurkan,” terangnya.
Menurutnya, bila pihaknya tidak mendapatkan bantuan dari donatur akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (YM/YM)










