Kudus, isknews.com – Seperti tahun-tahun sebelumnya, Masjid Almunawwarah yang terletak diselatan persis ruas jalan pantura Surabaya – Semarang, atau lebih tepatnya di Jalan Kudus-Pati Jekulo Kudus, setiap hari selama Bulan Ramadhan menyajikan menu iftar atau buka puasa secara gratis.
Suhono (58), Pengurus Takmir Masjid Al-Munawwarah mengatakan, Lebih dari 700 menu takjil kami sediakan. Dibantu remaja masjid juga warga sekitar, Takjil yang berupa nasi dan lauk itu didapat dari shodaqoh sejumlah warga yang berjumlah 25 rumah setiap harinya, dan masing-masing rumah mengirimkan 25 takjil dengan menu yang berbeda-beda tentunya. “Selain itu, juga ada sumbangsih dari para dermawan tertentu,” imbuhnya
Dikatakannya, Menjelang buka puasa, kegiatan dimulai setelah Sholat Asyar Berjama’ah, dengan tadarus Alquran yang dipimpin oleh H.Muklas dan dihadiri warga sekitar. Setelah jarum jam menunjukkan pukul 17.00 WIB, Para santri dari berbagai Pondok Pesantren (ponpes) sekitar mulai berdatangan silih berganti megisi serambi masjid, mereka datang dengan berjalan kaki dari Pondok menuju Masjid.
Diakuinya, Jumlah Takjil akan kami kurangi porsinya jika sudah melangkah ditanggal 20 Ramadhan keatas, jika sebelumnya 700 lebih, maka akan berkurang menjadi 500 porsi bahkan kurang, karena disaat itu para santri sudah pulang ke kampung halaman masing-masing. “Dan sebagai gantinya, kami menyediakan menu buka untuk para pemudik yang melewati jalur pantura,” tuturnya.
Dirinya mengatakan, “Sebelum berbuka bersama, kami juga menyelenggarakan pengajian kultum, (kuliah tujuh menit) dari tokoh agama dan instansi pemerintah untuk para jamaah yang hadir.” ujarnya
Hal ini menjadi berkah bagi para santri yang sebagian besar kaum remaja yang sedang belajar ilmu agama di berbagai pesantren sekitar Masjid, seperti yang ditemui isknews com, (3/6/2017) bernama lengkap Muhammad Syafi’i (16) Santri Ponpes Al-Qaumaniyah.

Remaja asal Provinsi Maluku yang baru menginjakkan kaki di Kudus setahun lalu ini mengaku sangat senang bisa bersama-sama teman santri lainnya menikmati sajian buka disini, “Dengan saya buka disini bisa menghemat pengeluaran. Maklum anak pondok mas,” tutur santri yang juga tercatat sebagai pelajar di MA Nurul Ulum Jekulo. (AJ)











