Kudus, ISKNEWS.COM – Ratusan orang berkumpul memenuhi Makam Sunan Muria, Kamis (05/10/2017). Mereka terlihat sangat antusias dan khidmat mengikuti serangkaian acara ganti luwur makam dan haul Sunan Muria ke 393 yang merupakan salah satu Wali Songo di Kudus.
Prosesi ganti luwur makam dan haul Raden Umar Said atau yang lebih dikenal Kanjeng Sunan Muria, secara rutin diselenggarakan tiap tahun yang bertepatan pada tanggal 15 Muharam. Sama seperti tahun sebelumnya serangkaian acara ganti luwur ini diawali dengan pengajian yang digelar malam sehari sebelumnya, Rabu (04/10/2017).
Ketua Panitia dari Yayasan Masjid dan Makam Sunan Muria (YM2SM) Eko Setyono mengatakan, tradisi ganti luwur merupakan warisan budaya lokal yang sudah turun temurun untuk mengenang perjuangan Kanjeng Sunan Muria dalam menyebarkan agama Islam.
Khususnya dalam melakukan syiar Islam di kawasan Pegunungan Muria dan sekitarnya. Dari perjuangan itu dibuktikan banyak peninggalan Kanjeng Sunan Muria di berbagai wilayah baik di Kudus, Pati maupun daerah lain di sekitar kawasan Pegunungan Muria.
Sebelum acara utama ganti luwur dilaksanakan didahului dengan pembacaan yasin dan tahlil. Masyarakat yang hadir tampak sangat khusyuk dan serius mengikuti jalannya acara. Berbagai tokoh agama juga tampak hadir, seperti Habib Umar Ali Muthohar, Habib Muhammad bin Husein bin Anis Alhabsyi, KH Ulin Nuha Arwani, KH Ulil Albab Arwani, KH Khoiruzzad Turaikhan.
Prosesi ganti luwur dipimpin Habib Umar Ali Muthohar dilanjutkan selamatan bersama di ruang Ukir Masjid Makam Sunan Muria. “Dengan rutinnya kegiatan ini digelar kami berharap dapat menjadi pengingat masyarakat akan perjuangan Kanjeng Sunan Muria dalam menyebarkan Islam di masa lampau,” tutur Eko.
Eko juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang membantu kelancaran acara, sehingga dapat terlaksana dengan baik dan sesuai rencana. (MK)








