Masyarakat Pati Rebutan Gunungan di Klenteng Hok Tik Bio

oleh -241 Dilihat
Masyarakat Pati Rebutan Gunungan di Klenteng Hok Tik Bio
Foto: Ketua Klenteng Hok Tik Bio saat melakukan ritual sebelum acara rebutan gunungan dimulai. (Istimewa)

Pati, ISKNEWS.COM – Ratusan warga sekitar Klenteng Hok Tik Bio Pati, berebut Gunungan yang berisi hasil bumi, sandang dan pangan di Halaman Klenteng Hok Tik Bio, Rabu (29-8-2018).

Tradisi Gunungan itu dilakukan rutin setiap tahun, hal itu dilakukan oleh warga Tionghoa sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan dan sebagai wujud toleransi dan berbagi antar umat beragama, antar suku dan budaya di Kabupaten Pati.

Dalam tradisi sembahyangan yang dilaksanakan di klenteng Hok Tik Bio Pati tersebut, disediakan lima gunungan yang berisi sandang, papan dan pangan. Bahkan, warga yang dari siang menunggu depan pintu gerbang Klenteng, sudah bersiap-siap membawa kantong maupun tas plastik agar hasil rebutannya bisa di bawa pulang.

Ketua Klenteng Hok Tik Bio Eddy Siswanto mengatakan, lima gunungan itu dalam filosofi jawa menunjukan ‘dulur papat limo pancer’ yang merupakan kawanan mansia, tidak hanya di alam nyata, tetapi juga di alam gaib. Itu merupakan filosofi yang digambarkan dalam sebuah gunungan dalam ritual sembahyangan atau ulambana terebut.

Masyarakat Pati Rebutan Gunungan di Klenteng Hok Tik Bio
Foto: Ketua Klenteng Hok Tik Bio saat melakukan ritual sebelum acara rebutan gunungan dimulai. (Istimewa)

“Isi gununagn itu adalah sayur yang meripakan hasil bumi dari Kabupaten Pati,makanan ringan dan lain sebagainya. Itu merupakan perwujudan rasa syukur kami kepada sang pencipta karena telah memberikan limpahan kesejahteraan,” ungkapnya.

Dia juga menambahkan, masuknya gunungan di klenteng tersebut bukan berarti menghilangkan tradisi khas Konghucu. Sebab, itu merupakan rasa bentuk kepedulian yang dilakukan atas jasa KH. Abdurrahman Wahid yang memperbolehkan warga Konghucu untuk melakukan ritual di Indonesia.

“Karena kita hidup di Pati, kita juga tidak mengesampingkan tradisi gunungan yang merupakan warisan nenek moyang. Maka dari itu, selain kami melakukan ritual ulam baha, kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengambil gunungan yang sudah kami sediakan,” imbuhnya. (WR/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.