Memprihatinkan, Atap Ruang Kelas SD 6 Terban Runtuh Timpa Siswa Saat KBM

oleh -783 kali dibaca
Masriah, guru kelas 2 SD 6 Terban, menunjukkan posisi atap saat runtuh dan sempat menimpa siswanya ketika sedang belajar (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Atap ruang kelas 2 SD 6 Terban, Kecamatan Jekulo, tiba-tiba runtuh saat kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sedang berlangsung pada sekitar pukul 08.30 WIB. Sebanyak 12 siswa yang mengikuti pelajaran PPKN segera berhamburan kearah depan takut tertimpa reruntuhan atap sekolah yang kondisinya memang sebagian sudah bolong-bolong akibat sejumlah eternitnya telah runtuh sebelumnya.

Menurut Masriah guru kelas 2, saat kejadian itu dirinya sedang mengajar dikelas, lalau tiba-tiba dari bagian belakang atap kelas tersebut runtuh dan sempat menimpa seorang siswa Baim Maulana Rokim yang duduknya tepat dibawah atap yang runtuh sehingga mengalami luka dibagian pelipis kepala dan pundaknya.

“Padahal saat itu tak ada angin kencang tidak ada hujan, tiba-tiba atapnya roboh dan mengenai siswa. Saat kejadian, saya spontan lompat dan segera menghampiri dua siswa yang duduk di belakang lalu mengecek kondisinya,” ungkap Masriah saat ditemui di SD 6 Terban, pada Selasa (11/01/2022).

Kondisi atap di sebagian besar ruang kelas di SD Terban 6 ini memprihatinkan. Sudah ajukan proposal perbaikan sejak bertahun-tahun lalu tapi belum ada tindaklanjut dari Disdikpora Kudus (Foto: YM)

Setelah mengecek kondisi siswa, Masriah mengatakan jika siswa Baim sempat takut dan trauma tidak mau duduk di belakang. Meski begitu, setelah kejadian tersebut proses belajar mengajar tetap berlanjut.

“Setelah saya tenangkan, karena Baim takut duduk di belakang, saya pindahkan dia kedepan dan lanjut mengerjakan tugas. Sepertinya dia mengalami trauma akibat kejadian itu, sebab dia takut untuk kembali kebangkunya meski kondisi telah aman. Lalu saya mencoba merubah formasi bangku dikelas agar tak menimbulkan trauma bagi mereka,” tuturnya.

Senada ditempat yang sama, Suparmin guru senior dari sekolah tersebut menjelaskan, kondisi atap sebagaian besar sekolah ini memang sudah sangat memprihatinkan. Sejumlah atapnya sudah bolong-bolong akibat kayu penyangga telah berusia tua dan rapuh.

“Saya tahu pak Kepala Sekolah sudah mengajukan proposal berkali-kali minta perbaikan bagi sekolah ini ke Dinas, tapi hingga kini belum ada realisasi. Dulu juga sudah pernah runtuh hanya saja tak menimpa siswa,” kata Suparmin.

Tak hanya di kelas 2, beberapa kelas yang lain juga kondisinya sudah rusak parah. Saat meninjau lokasi, terlihat beberapa atap sudah bolong dan penyangga bangunan sudah habis dimakan rayap.

Dengan kejadian robohnya atap itu, Kepala Desa Terban Supeno berharap SD 6 Terban mendapatkan bantuan untuk perbaikan sekolah baik atap maupun bangunan kelas. Pasalnya, mengingat kondisi bangunan yang sudah tak layak ditempati itu sewaktu-waktu bisa roboh dan membahayakan bagi guru dan siswa.

“Kami harap setelah adanya kejadian ini, pengajuan dari pihak sekolah bisa diterima dan ditindaklanjuti,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.