Menjaga Damai Natal, Polisi Sisir Gereja-Gereja di Kudus

oleh -279 Dilihat
Polisi melakukan pemeriksaan dan sterilisasi ketat gereja di Kab. Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Polres Kudus meningkatkan langkah pengamanan dengan melakukan sterilisasi dan pemeriksaan ketat di sejumlah gereja di Kabupaten Kudus, Selasa (24/12/2025).

Upaya ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan misa Natal berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan.

Sterilisasi menjadi bagian dari rangkaian pengamanan terpadu menjelang prosesi misa Natal yang dimulai sejak sore hari hingga beberapa hari ke depan.

Aparat kepolisian menyisir area dalam dan sekitar gereja guna meminimalkan potensi gangguan keamanan.
Wakapolres Kudus Kompol Rendi Johan Prasetyo menyampaikan ucapan selamat Natal dan Tahun Baru kepada seluruh umat Kristiani yang merayakan.

Ia menegaskan bahwa kegiatan sterilisasi merupakan tahapan awal pengamanan sebelum ibadah dimulai.

“Kami mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru kepada seluruh umat yang merayakan. Kegiatan sterilisasi dan pemeriksaan ini menjadi langkah awal dari rangkaian pengamanan perayaan Natal yang prosesi misa dan peribadatannya dimulai sore ini hingga besok dan lusa,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Polres Kudus menurunkan personel khusus dengan dukungan peralatan modern, di antaranya anjing pelacak (K9), metal detector, serta alat deteksi elektronik. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kondisi gereja benar-benar steril.

Selain pengamanan fisik, kepolisian juga memperkuat koordinasi dengan panitia gereja. Kewaspadaan bersama dinilai penting sebagai langkah deteksi dini terhadap hal-hal yang mencurigakan.

“Kami mengajak panitia peribadatan agar lebih sensitif dan menjalin komunikasi dua arah. Jika ada aktivitas yang mencurigakan bisa segera dilaporkan,” tambah Rendi.

Sementara itu, Pemimpin Gereja Santo Yohanes Evangelista, Romo Santosa MSF, mengapresiasi dukungan penuh aparat keamanan dan pemerintah daerah dalam menjaga kelancaran perayaan Natal.

“Pemerintah membantu kami mengerahkan tenaganya semaksimal mungkin. Puji Tuhan, selama tahun-tahun sebelumnya tidak ada kendala dan bantuan mereka sangat berarti,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, jumlah jemaat yang mengikuti misa Natal tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 4.000 orang yang dibagi dalam dua kloter.

Dengan pengamanan yang ketat dan koordinasi yang solid, pihak gereja merasa semakin nyaman dalam menyelenggarakan ibadah.

“Pastilah kami merasa lebih nyaman dan aman, apalagi dengan koordinasi yang terus terjalin antara Polres, gereja, dan satgas kami. Dari pengalaman tahun ke tahun, kami semakin mantap dan tidak ada rasa was-was,” tuturnya.

Selain pengamanan, gereja juga telah melakukan berbagai persiapan teknis, mulai dari dekorasi Natal, pengaturan kursi, hingga penambahan fasilitas penerangan untuk menampung jemaat.

“Kapasitas gereja sekitar 700 umat, di aula belakang sekitar 500 umat. Semua kami siapkan agar jemaat bisa beribadah dengan nyaman,” pungkas Romo Santosa. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :