Kudus, isknews.com – Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, melakukan kunjungan kerja ke tiga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif berbasis pendidikan vokasi. Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah pusat, dunia pendidikan, dan industri dalam mencetak talenta kreatif yang siap bersaing di pasar global.

Tiga sekolah yang dikunjungi yakni SMK Raden Umar Said (RUS) yang mengusung kompetensi animasi, SMK NU Banat dengan kompetensi tata busana, dan SMK PGRI 2 Kudus yang unggul di bidang kuliner. Ketiganya merupakan mitra Djarum Foundation yang selama ini aktif dalam mencetak lulusan dengan karya berstandar industri.
Dalam kunjungannya, Teuku Riefky menyampaikan apresiasinya terhadap peran strategis SMK di Kudus dalam mendukung ekosistem ekonomi kreatif. Menurutnya, pendidikan vokasi merupakan kunci dalam menyiapkan SDM unggul yang adaptif, produktif, dan memiliki daya saing tinggi, tidak hanya di level nasional tetapi juga internasional.
“SMK RUS menunjukkan bahwa ruang belajar bisa menjadi ruang bertumbuh bagi talenta kreatif yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Begitu pula dengan SMK NU Banat dan SMK PGRI 2 yang mampu menghasilkan karya dan produk berkualitas,” ungkap Menteri Ekraf.
Ia menambahkan, kehadiran SMK dengan program keahlian yang selaras dengan subsektor ekonomi kreatif menjadi harapan baru dalam menghadapi tantangan pasar kerja ke depan. “Pendidikan vokasi adalah fondasi untuk membangun generasi kreatif yang membawa Indonesia dikenal di kancah global,” tegasnya.
Sektor ekonomi kreatif sendiri telah berhasil menyerap 24,98 juta tenaga kerja pada tahun 2023. Di antara 17 subsektor yang ada, subsektor film, animasi, dan video mengalami lonjakan signifikan dengan pertumbuhan tenaga kerja mencapai 62,25 persen dibanding tahun sebelumnya.

Sementara itu, Bupati Kudus, Dr. Ars Sam’ani Intakoris, S.T., M.T., yang turut menyambut kunjungan tersebut, menyatakan kebanggaannya atas peran SMK di Kudus dalam mencetak lulusan berkualitas. Ia menyebut SMK di daerahnya telah mampu menghasilkan karya yang tidak hanya menarik perhatian nasional, tapi juga berpeluang besar untuk menembus pasar internasional.
“Kami bangga melihat anak-anak kita mampu menghasilkan karya dengan standar tinggi. Kudus memiliki potensi besar dalam ekonomi kreatif, dan SDM-nya sudah mulai menunjukkan kualitas yang layak bersaing di dunia global,” ujar Bupati.
Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah nyata Kementerian Ekonomi Kreatif dalam membangun ekosistem kreatif yang inklusif dan berkelanjutan, dengan mendorong kolaborasi antara dunia pendidikan, pelaku industri, dan pemerintah daerah. (AS/YM)








