Menteri PKP Dorong Pengusaha Teladani Prabowo: Bangun Bisnis yang Berpihak pada Rakyat

oleh -429 Dilihat
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dalam kunjunganya di kawasan perumahan subsidi FLPP Cemara SAE 2 Residence di Desa Terban, Kecamatan Jekulo. (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menekankan pentingnya semangat berbagi dalam dunia usaha.

Menurutnya, pengusaha harus meneladani sikap Presiden Prabowo Subianto yang mendorong agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati kalangan atas, tetapi juga masyarakat kecil.

Pesan tersebut disampaikan Maruarar saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Kudus, Kamis (6/11/2025).

Dalam kunjungan itu, ia meninjau kawasan perumahan subsidi FLPP Cemara SAE 2 Residence di Desa Terban, Kecamatan Jekulo.

Program rumah subsidi tersebut diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), termasuk pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK).

“Kita datang jauh-jauh ke Kudus bukan hanya untuk meninjau bangunan, tapi untuk memastikan bahwa rakyat benar-benar bisa menikmati manfaat dari program perumahan.

Termasuk para pekerja, seperti pegawai di perusahaan Djarum, yang kini bisa memiliki rumah layak dengan harga terjangkau,” ujar Maruarar.

Ia menyebutkan, pesan Presiden tentang bahaya serakahnomics, yakni perilaku pengusaha yang hanya mengejar keuntungan pribadi tanpa memperhatikan kesejahteraan rakyat harus dijadikan peringatan.

“Kita harus meneladani sikap Presiden yang ingin agar pertumbuhan ekonomi juga dinikmati masyarakat kecil, bukan hanya segelintir orang,” tegasnya.

Maruarar juga mengapresiasi langkah kolaboratif antara pemerintah, BPJS TK, dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) yang turut membuka akses perumahan bagi pekerja.

Menurutnya, sinergi tersebut merupakan bentuk nyata pemerataan ekonomi yang berkeadilan.

Sementara itu, Ketua Umum Apersi, Junaidi Abdillah, menjelaskan pihaknya memberikan keringanan bagi peserta BPJS TK berupa potongan uang muka rumah subsidi hingga 1 persen.

Bahkan, ada pengembang yang menanggung penuh biaya uang muka tersebut.

Program ini berlaku hingga Desember 2025 di seluruh proyek anggota Apersi.

“Rata-rata uang muka rumah subsidi di Jawa Tengah sekitar Rp1,6 juta.

Dengan kebijakan ini, pekerja tidak perlu lagi membayar di awal.

Kami ingin membantu mereka memiliki rumah sendiri tanpa beban berat,” jelas Junaidi.

Apersi menargetkan pembangunan 10.000 unit rumah subsidi di Jawa Tengah hingga akhir tahun ini.

Maruarar berharap langkah itu menjadi pondasi kuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Rumah adalah hak dasar rakyat.

Kalau rakyat punya rumah, mereka punya masa depan,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :