Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Awal musim kemarau tahun ini, tidak hanya melanda lahan pertanian di Kabupaten Pati saja. Tetapi, debit air Waduk Gunung Rowo yang sedianya sebagai salah satu penyedia pengairan irigasi, juga mengalami penurunan secara drastis.
“Waduk Gunung Rowo ini mampu menampung sebesar 5,1 juta kubik air. Tetapi saat ini hanya tinggal kurang lebih 450 ribu meter kubik saja,” sebut Operator Unit Pengelola Waduk Gunung Rowo, Dian Saputra kepada awak media, Kamis (14/09/2017) pagi.

Sehingga, pada Musim Tanam (MT) III ini, pihaknya mengaku hanya bisa menggelontorkan air ke Kecamatan Tlogowungu saja, sebagai kecamatan yang terdekat dengan lokasi waduk.
“Saat ini cuma itu, karena kurangnya pasokan air. Sebelumnya pada bulan Juni – Juli kemarin, kami sudah mengucurkan air secara besar-besaran, tetapi saat ini belum bisa karena keadaannya yang memang demikian, bisa dilihat,” ungkapnya.
Ditambahkannya, untuk pembukaan pintu Waduk Gunung Rowo, dia mengaku telah menghentikannya sejak Sabtu (11/09/2017). Hal tersebut dilakukan, untuk membasahi waduk agar tidak kering korantang, yang imbasnya bisa mengakibatkan kerusakan waduk.
“Ya gimana lagi debitnya sudah jauh berkurang pada musim kemarau ini. Jadi kami tidak bisa me-handle semua kebutuhan pengairan lahan persawahan di Kabupaten Pati,” jelasnya. (Wr)







