Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Sesuai dengan prediksi BMKG, intensitas hujan Di Jepara mengalami penurunan. Sejak Februari lalu, turun dari status sangat tinggi menjadi tinggi. Akan tetapi, kondisi ini harus tetap diwaspadai, pasalnya meski jarang, hujan turun dengan deras dan disertai angin kencang.

Kasie Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Jepara Puji Prasetyo mengungkapkan, meski intensitas hujan di wilayah Jepara sepanjang Maret ini menurun dibandingkan bulan sebelumnya, namun karakter hujan tetap diwaspadai. Hujan yang sesekali turun kerap membahayakan.
“Tingginya potensi bencana akibat faktor alam itu, dibuktikan dengan terjadinya hujan es di Desa Bategede Kecamatan Nalumsari, Senin lalu,” kata Pujo, Rabu (15/3/2017).
Hujan es turun beberapa saat disertai angin kencang. Dari data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB), hujan es seukuran biji jagung tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya beberapa atap rumah warga mengalami kerusakan ringan.
Potensi lain yang juga perlu diwaspadai, tambah Pujo, yakni air limpasan dari sistem sungai Kedungombo. Di mana salah satu muaranya ada di Jepara, yakni Serang-Welahan Drainase I (SWD I).
“Saat ini masih kondisinya memang masih aman. Maksimal memang di level siaga. Pergerakan debit air ini perlu diwaspadai sebab sangat dipengaruhi cuaca di daerah lain,” tuturnya.
Potensi banjir tetap mengancam di wilayah Welahan terlebih beberapa pintu air mengalami kerusakan. Salah satunya pintu air Borojamban yang mengakibatkan banjir di Desa Gedangan Kecamatan Welahan, belum lama ini. (ZA)










