Momen Idul Adha Penjual Arang dan Sujen Sate Dadakan Laris Manis

oleh

Kudus, isknews.com – Sate adalah jenis masakan yang paling favorit pada momen Idul Adha, banyaknya warga yang tiba-tiba menjadi pembuat sate dadakan tidak disia-siakan begitu saja oleh Ane Rima, warga Desa Barongan Kecamatan Kota. Bersama ibu dan pamannya, dia berjualan arang dan perlengkapan sate di Jalan Sosrokartono.

Wanita 21 tahun itu mengaku, telah berprofesi sebagai penjual arang dan sujen sate dadakan di tempat tersebut selama tujuh tahun. Tak hanya dijual secara offline, dikatakannya, arang dan tusuk sate miliknya juga dijual secara online.

“Saya pasarkan juga di sosial media. Untuk pembeli online biasanya ambil barang ke rumah. Kalau tidak begitu, ya ketemuan di deket ini,” ujar wanita yang sehari-hari bekerja di Notaris tersebut.

TRENDING :  Taman Bojana Kudus, Pusat Khas Kuliner Kota Kretek

Meski momen lebaran, Rima mengaku tidak mematok harga tinggi untuk dagangannya tersebut. Untuk satu ikat tusuk sate isi 50 dijualnya dengan harga Rp. 3ribu. Lalu satu bungkus arang kecil dijual dengan harga Rp. 2 ribu dan arang besar kemasan satu kilogram dijual dengan harga Rp. 8 ribu.

TRENDING :  Hartopo Apresiasi Kegiatan Budaya di Kudus Yang Mampu Dongkrak Potensi Ekonomi Desa
Seorang pembeli tengah memilih-milih tempat bakaran sate di salah satu lapak penjual di Jalan Sosrokartono Barongan Kudus (foto: YM/YM)

Lapak berukuran 1 x 1 meter itu juga menyediakan tempat pembakaran sate dengan harga antara Rp. 15 – 25 ribu, kipas seharga Rp. 5 ribu dan pisau dengan harga mulai Rp. 5 – 8 ribu.

Buka selama dua hari, yakni pada H-1 dan lebaran Idul Adha. Rima mengaku setiap harinya dirinya bisa mengantongi uang sebesar Rp. 500ribu dari usaha tersebut.

TRENDING :  Bentuk Kepedulian Kepada Anggota, Ketua Persit KCK Cabang XLIII Kodim 0722/Kudus Jenguk Anggota yang Sakit

Elis, salah satu pembeli mengaku keberadaan penjual arang dadakan di Jalan Sosrokartono cukup membantu warga. Mengingat pada Hari Raya Idul Adha ini Pasar Tradisional dan toko banyak yang tutup.

“Cukup membantu. Harga yang dijualnya juga sama dengan harga di Pasar. Lokasinya juga mudah dicarinya,” terangnya. (YM/YM))

KOMENTAR SEDULUR ISK :