Mulai 1 April Pemkab Kudus Lakukan Pendataan Keluarga, Warga Siap-siap Didatangi Petugas

oleh -2.681 kali dibaca
Terlihat petugas saat melakukan pendataan di salah satu rumah warga. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Pemerintah Kabupaten Kudus memulai program pendataan keluarga (PK) dari tanggal 1 April hingga 31 Mei 2021 mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Kudus, Mundir kepada awak media di kantornya, Kamis (1/4/2021).

Menurut dia, Pendataan ini dilakukan untuk merumuskan program-program berskala nasional dan juga menginformasikan kepada masyarakat data keluarga yang berpotensi stunting atau kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya.

Dalam melakukan pendataan nantinya, jelas dia, dilakukan secara door to door serta by name by address. “Hasil pendataan keluarga ini nantinya akan digunakan pemerintah untuk menyusun program keluarga secara nasional. Termasuk data keluarga yang berpotensi stunting, ” bebernya.

Selain itu, program pendataan tersebut merupakan kegiatan pengumpulan data primer, tentang data Pembangunan Keluarga, data Kependudukan, data Keluarga Berencana, dan data Anggota Keluarga yang dilakukan oleh masyarakat bersama pemerintah (BKKBN).

“Pelaksanaanya secara serentak se Indonesia dan program pendataan keluarga ini dilaksanakan setiap 5 (lima) tahun sekali, melalui kunjungan ke keluarga dari rumah ke rumah,” kata dia.

Target keluarga yang didata yakni semua keluarga dan pihaknya telah menyiapkan petugas pendata sebanyak 1427 orang. “Ada 1427 kader ditambah 132 supervisor untuk ditempatkan di Desa/Kelurahan, semua keluarga jadi target sasaran,” tandasnya.

Nantinya, lanjut Mundir, 1 kader penyuluh memegang sekitar 140 KK, dengan target sehari 15 KK.

Pendataan dilakukan oleh para kader yang terdiri atas penyuluh KB yang sudah mendapatkan pelatihan sebelumnya, sehingga para kader paham apa yang harus didata dan apa yang harus dilakukan saat bertugas.

“Kader disamping bertugas sebagai pendata juga harus bisa memberikan edukasi pada masyarakat tentang program ini,” harapnya. (AJ/YM).

KOMENTAR SEDULUR ISK :