Muskab POBSI: Pradipta Terpilih Ketua Pengkab Biliar di Kudus

oleh

Kudus, isknews.com – Siap majukan olahraga biliar di Kudus, bentuk klub dan tak ingin bebani APBD Kudus karena akan gandeng pihak ketiga. Begitulah visi misi Pradipta Adi Nugraha setelah dinyatakan terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kabupaten Kudus.

Muskab POBSI yang digelar kemarin Selasa (25/08) telah memilih dirinya sebagai ketua Pengkab POBSI Kudus masa bakti 2020-2024 yang digelar di Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menggantikan ketua 3 periode Samuel Liyanto.

Ketua POBSI Kudus Masa Bakti 2020-2024 Pradipta Adi Nugraha (kanan) menerima surat rekomendasi dari Ketua POBSI Kudus sebelumnya Samuel Liyanto (kiri). (foto: YM)

‘’Misi utama saya selama menahkodai POBSI Kudus yaitu membuat sebuah klub olahraga biliar dibawah naungan POBSI. Klub tersebut nantinya bisa menjadi wadah untuk mencari bibit atlet biliar,” katanya saat berbicara dengan awak media dengan didampingi ketua lama Samuel.

Selain memajukan olahraga biliar di Kota Kretek, dirinya juga berupaya merubah mindset (pola pikir) masyarakat bahwa olahraga biliar bukan arena untuk perjudian.

“Pola pikir negatif ini harus kami rubah dengan membuktikan melalui prestasi,” kata dia.

Soal prestasi, atlet atlet Kudus menurutnya kini ada diperingkat ketiga di Jawa Tengah dibawah Kodya Pekalongan dan Semarang.

Untuk memajukan olahraga biliar, sambung Adi, dia mengaku sudah berkomunikasi dengan Rumah Biliar untuk menjadi sponsor dan siap memfasilitasi serta turut mengembangkan olahraga biliar di Kudus.

“Sebab jika hanya mengandalkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kudus melalui KONI tidak akan cukup. Terutama untuk biaya belanja sarana prasarana olahraga biliar. Satu set meja biliar untuk kategori pool seharga Rp 40 juta,’’ jelasnya.

Menurutnya, jika sudah ada klub biliar di Kudus, POBSI Kudus dapat menggelar even perlombaan secara rutin dan melaksanakan pencarian atlet baru yang berbakat,’’Jadi saya ingin bahwa POBSI nantinya bisa dijadikan wadah untuk mencari prestasi. Jika sudah memiliki nama (prestasi), uang itu nantinya akan menyusul,’’ tandasnya.

Sementara Ketua POBSI Kudus yang lama, Samuel Liyanto menuturkan, ada tiga atlet biliar asli Kudus yang sudah tinglat Nasional dan pernah menorehkan prestasi di Pekan Olahraga Nasional (PON), yaitu Riska Afandi, Sumarno dan Ari Hartanto. Berkat ketiga atlet itu, POBSI Kudus sukses menduduki peringkat ketiga pada Porprov Jateng 2018.

‘’Prestasi yang diraih pada Porprov 2018 2018, dua medali emas, tujuh medali perak dan 1 medali perunggu,’’ paparnya.

Terpisah, Ketua KONI Kudus, Antoni Alfin yang dikonfirmasi hari ini, membenarkan bahwa POBSI Kudus telah menggelar Muscab dan Pemilihan Ketua baru, Selasa lusa kemarin.

“Hari ini mereka melaporkan kepada kami berkas hasil Muskab dan sedang mengajukan kepada kami surat rekomendasi atas hasil Muskab tersebut,” kata Antoni.

Namun menurutnya pihaknya masih harus mempelajari terlebih dahulu keputusan hasil Muskab tersebut melalui Bidang Hukum dan Organisasi KONI.

“Bila hasil evaluasi dari bidang tersebut menyatakan oke, maka akan segera dilaksanakan serah terima kepengurusan yang baru,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :