Nasi Liwet Lauk Ayam dan Bebek Sambal Hitam, Cita Rasa Khas Lidah Kudus

oleh -230 kali dibaca
Wawan dan masakan kreasinya Nasi Liwet Lauk ayam dan bebek sambal hitam (Foto: MY)

Kudus, isknews.com – Bagi warga Madura, Jawa Timur, pasti sudah tidak asing lagi dengan sambal hitam. Menu yang biasanya disandingkan dengan bebek ini memiliki cita rasa yang gurih dan pedas.

Namun, oleh warga Kudus, kuliner satu ini diinovasikan dengan menyesuaikan cita rasa lidah Kudus. Wawan, pemilik Kedai di salah satu Foodcourt K-Esport Lounge Kudus adalah orangnya.

Ada sedikit resep yang diubah oleh Wawan dalam pembuatan sambal hitam ini. Dimana, dia mengubah rempah jinten pada racikan sambal karena dirasa tidak sesuai dengan lidah kudus.

“Kalau sambal hitam itu khas dengan rempah. Di Madura, jinten lebih kerasa dan rasanya pedas. Jadi saya hilangkan jinten karena rasanya peng…
[11.48, 12/3/2022] Mia jatengpos: Bangun Wilayah yang Religius, Camat Jati Buat Program ‘Gerakan Jati Mengaji’

Nasi Liwet Lauk Ayam dan Bebek Sambal Hitam (Foto: MY)

Kudus, isknews.com – Dalam rangka membangun wilayah dengan karakter generasi muda yang relegius, Camat Jati, Fiza Akbar, mengusung program ‘Gerakan Jati Mengaji’.

Gerakan ini juga ditujukan untuk mendukung visi Pemerintah Kabupaten Kudus, yakni Kudus Bangkit Menuju Kabupaten Modern, Religius, Cerdas dan Sejahtera.

Fiza mengimbau kepada Kepala Desa, Tokoh masyarakat, serta lembaga masyarakat yang ada di Desa maupun di Kecamatan Jati untuk bersama-sama melakukan Gerakan Jati Mengaji.

Adapun kegiatan yang dituju pada program ini, antara lain, mengajak anak-ana, generasi muda, dan dewasa untuk mengaji di Masjid atau Musala mulai dari setelah salat maghrib sampai isya’.

Kemudian, mengimbau kepada seluruh warga untuk tidak menerima tamu saat menjelang waktu maghrib sampaing dengan waktu isya’. Supaya, tiap-tiap keluarga bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk fokus melakukan aktifitas mengaji maupun belajar pengetahuan umum.

“Jadi sekitar pukul 17.30 sampai 19.00, masing-masing keluarga bisa fokus mengaji,” ujarnya, Selasa (8/02/2022).

Adapun program ini mulai ditetapkan sejak 7 Maret 2020 melalui Surat Edaran Kecamatan Jati Nomor : 100/03/35.01/2022. Fiza pun mewajibkan bagi seluruh kepala desa di Kecamatan Jati untuk mensosialisasika program ini kepada tiap-tiap warga.

“Kita juga akan sosialisasikan tidak hanya dari mulut ke mulut, tetapi juga melalui spanduk, banner, baliho yang tersebar wilayah Kecamatan Jati,” tambahnya.

Diharapkan, Gerakan Jati Mengaji ini bisa menjadi awal bagi wilayah Kecamatan Jati untuk membentuk generasi muda yang relegius. Pun, diharapkan bisa menjadi kebiasaan masyarakat agar nantinya bisa membawa perubahan baik di lingkungan setempat.

“Jadi ini sifatnya adalah sebagai salah satu ajakan atau himbauan untuk bersama mewujudkan lingkubgan yang religi,” tukasnya. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :