Nikmat Buahnya, Mudah Budidayanya dan Manis Hasilnya

oleh -92 Dilihat
Deretan pohon buah naga yang berbaris rapi di Desa Prambatan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Senin (26-03-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Rasanya yang manis, lezat dan menyehatkan membuat buah satu ini selalu laris manis diserbu pembeli. Tak ayal, jika usaha budidaya naga kini digadang-gadang sebagai peluang bisnis yang menjanjikan.

Di Kota Kretek sendiri, sudah bermunculan beberapa pengusaha buah naga. Meskipun demikian, sejumlah penjual buah naga masih memasok dari berbagai Kota. Karena hasil dari perkebunan buah naga yang ada belum bisa memenuhi permintaan pasar.

Sebagian besar buah naga yang ditanam berjenis Jumbai Merak Merah yang memiliki daging buah berwarna super merah. Rasanya yang lezat menjadikan buah ini jenis ini paling dicari di pasaran.

Buah sejenis kaktus ini dapat ditanam pada ketinggian 0 – 1000 mdpl dan membutuhkan perawatan yang mudah. Faktor tersebut yang menjadi alasan terbesar pengusaha memutuskan untuk budidaya buah satu ini.

Deretan pohon buah naga yang berbaris rapi di Desa Prambatan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Senin (26-03-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Hal senada diungkapkan oleh komunitas Hidup Cerah Sejahtera Kudus (HBC), yang diwakili oleh Muhammad Alik Muhtarom (28), kepada isknews.com, ia mengungkapkan, jika Kota Kudus sebenarnya begitu potensial sebagai lahan budidaya buah naga.

Di Kudus memiliki penyinaran matahari yang cukup, yakni anatara 7 – 8 jam per hari. Selain itu, tanaman ini cocok ditanam di lahan yang kering dan tidak memerlukan banyak air. Sehingga daerah ini begitu potensial digunakan sebagai lokasi budidaya buah naga.

Awal mula perkenalan komunitas ini dengan buah naga, dimulai pada tahun 2016. Waktu itu, mereka melihat buah naga sebagai suatu bisnis yang potensial. Dari situ, mereka coba mendalami usaha ini dengan melakukan study tour ke tempat budidaya buah naga milik Mbah Sairi Ahmad yang ada di Banyuwangi.

Di sana, mereka dibimbing untuk membuat sebuah lahan budidaya buah naga. Pada tahun 2017, mereka putuskan untuk memilih lokasi bekas Galian C bekas usaha batu bata yang ada di Desa Prambatan Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.

“Lokasi seluas 7.300 meter persegi ini milik Pemerintahan Desa Prambatan Kidul. Kami, di sini sistemnya menyewa tanah milik pemerintah untuk dikelola. Dahulu, banyak orang yang tidak mau menggunakan lahan ini, lantaran permukaan tanahnya yang begitu rendah dari jalan. Tapi kami justru melihat tanah ini sebagai tempat yang potensial,” kata Alik, Senin (26-03-2018).

Di sana, mereka bertani menggunakan sistem organik. Alasanya karena lebih ramah lingkungan, biaya oprasional yang dibutuhkan lebih sedikit dan buah yang dihasilkan lebih sehat dan lezat.

Diungkapkan Alik, jika penanaman buah naga dilakukan pada bulan maret 2017. Sedangkan waktu panen terjadi delapan bulan setelahnya yakni bulan November. Ia mengakui jika hasil panen pertama tidak banyak. Setiap tonggak pohon hanya menghasilkan 4 Kg buah naga.

“Hasil panen akan meningkat setelah memasuki tahun ke tiga, dimana setiap tonggaknya akan menghasilkan 10 Kg buah naga. Sedangkan pada tahun berikutnya setiap tonggaknya akan menghasilkan 15 Kg buah naga dalam satu kali masa panen. Adapun rentang masa panen buah naga antara bulan november – Mei,” kata Alik.

Menurutnya, modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha ini cukup besar yakni sebesar Rp 50 juta. Modal tersebut digunakan untuk membeli tonggak penyangga, bibit dan perlengkapan budidaya.

Selama menjalani budidaya buah naga ini, mereka merasa tidak mengalami kendala yang serius. “Karena ini menggunakan sistem organik, sehingga perawatannya sangat mudah. Tanaman hanya perlu dipupuk seminggu sekali dengan Pupuk Organik Cair (POC) yang berasal dari kencing hewan ternak. Untuk pestisidanya juga dari POC itu tadi,” ungkapnya.

Untuk pemasarannya, mereka menggunakan sistem online dan offline. Harga yang mereka tawarkan untuk satu kilo buah naga sebesar Rp 20ribu. Menurut mereka harga tersebut sebanding dengan kualitas buah naga yang mereka jual.

Melihat besarnya potensi pengembangan budidaya di Kota Kretek ini dan pangsa pasar yang masih terbuka lebar, tak berlebihan jika mereka mengharapkan Kota Kudus nantinya dapat menjadi Kota Buah Naga. (NNC/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.