OJK Jateng Dorong Pengembangan Rajungan untuk Perkuat Ekonomi Daerah

oleh -235 Dilihat
Foto: Dok. OJK

Regional, isknews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Jawa Tengah terus berupaya memperkuat perekonomian daerah. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah pengembangan komoditas rajungan di wilayah Demak dan Jepara.

Program ini sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pembangunan dari desa dan akar rumput demi pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan.

Untuk merealisasikan hal tersebut, OJK menggelar penandatanganan perjanjian kerja sama pengembangan sektor kelautan dan perikanan, khususnya rajungan, antara pelaku usaha, Industri Jasa Keuangan (IJK), dan offtaker. Kegiatan ini berlangsung di Kantor OJK Provinsi Jawa Tengah pada Kamis (11/9), dengan format hybrid.

Acara turut dihadiri Bupati Demak Eistianah, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Demak dan Jepara, pimpinan IJK yang tergabung dalam Forum Komunikasi IJK Jateng, pelaku usaha, nelayan, hingga offtaker perikanan.

Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Prabowo, menegaskan pentingnya membangun ekosistem usaha yang terintegrasi.
“Penandatanganan akta bersama antara pelaku usaha, IJK, dan offtaker diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor prioritas daerah, termasuk perikanan rajungan, sehingga memberi kontribusi nyata terhadap perekonomian Jawa Tengah,” ujar Hidayat.

Sejak 2024, OJK dan TPAKD telah mengembangkan ekosistem padi dan jagung di Grobogan. Pada 2025, program ini diperluas ke Cilacap dan Karanganyar, serta kini menyasar sektor kelautan dan perikanan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menambahkan bahwa pemerintah daerah bersama TPAKD berkomitmen menghadirkan solusi pengembangan ekonomi prioritas. Upaya yang ditempuh meliputi fasilitasi teknologi pertanian dan perikanan, penguatan infrastruktur, hingga mendorong kemitraan nelayan dengan perbankan maupun koperasi.
“Momentum ini jangan hanya seremonial, melainkan menjadi langkah awal bersama untuk mewujudkan Jawa Tengah yang semakin cerdas dan melek keuangan,” jelasnya.

Bupati Demak, Eistianah, menegaskan potensi rajungan di Desa Betahwalang, Kecamatan Bonang, telah lama menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.
“Kerja sama ini diharapkan memberi kepastian pasar bagi hasil tangkapan rajungan, meningkatkan kesejahteraan nelayan, serta membuka peluang investasi lebih luas di sektor perikanan dan kelautan Demak,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, mengingatkan pentingnya menjaga keberlanjutan.
“Mari bersama membangun ekosistem rajungan yang produktif, sehat, dan berkelanjutan, sehingga memberi manfaat bagi generasi sekarang dan mendatang,” katanya.

Dorong Edukasi Keuangan lewat Gencarkan

Selain penandatanganan kerja sama, OJK juga meluncurkan penguatan Program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) dengan menunjuk Campaign Manager dan Campaign Collaborator. Langkah ini diharapkan mampu memperluas edukasi keuangan masyarakat secara masif dan merata di seluruh Jateng.

“Dengan adanya Campaign Manager dan Campaign Collaborator, edukasi keuangan bisa lebih terstruktur dan berkelanjutan. Tidak boleh ada lagi kabupaten/kota yang belum teredukasi,” kata Hidayat.

Sejak 2024, TPAKD Jateng juga telah menggandeng lebih dari 200 Duta Literasi Perintis Keuangan di seluruh kabupaten/kota. Program ini memperkuat digitalisasi sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

OJK berkomitmen terus bersinergi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dan pemangku kepentingan lain dalam mendorong kemandirian ekonomi desa, memperluas inklusi keuangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :