Operasi Zebra Candi 2019 Digelar Mulai Hari Ini, Sasar Pelajar Belum Cukup Umur dan Tak Miliki SIM

oleh -509 Dilihat

Kudus, isknews.com – Operasi Zebra Candi 2019 hari ini srentak digelar di seluruh Indonesia, demikian pula dengan wilayah hukum Polres Kudus, Operasi yang dijadwalkan akan dilaksanakan selama 12 hari ke depan ini dibuka dengan apel gelar pasukan yang dilanjutkan dengan pemeriksaan kendaraan dan peralatan serta personel Satuan Lalu-lintas Polres Kudus, Rabu (23/10/2019) pagi.

Kapolres Kudus AKBP Saptono saat inspeksi kendaraan operasional usai Apel pembukaan Gelar Operasi Zebra Candi 2019 di halaman Mapolres Kudus (Foto: YM)

Digelar di halaman Mapolres Kudus, Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Kudus AKBP Saptono dan diikuti semua unsur, meliputi Polres Kudus, Kodim 0722/Kudus, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus.

Ditemui usai acara, AKBP Saptono menjelaskan semua unsur telah siap melakukan operasi penertiban lalu lintas 2019. Operasi akan dilakukan mulai hari ini hingga 3 November 2019.

“Giat ini bertujuan untuk menekan angka pelanggaran lalulintas, yang akan berdampak baik bagi keselamatan pengendara dan menurunnya angka kecelakaan lalu lintas.. Mengingat kebanyakan penyebab kecelakaan lalulintas bermula dari pelanggaran lalu lintas.” Ujarnya.

Operasi akan dilakukan secara berkala, acak, dan tentunya sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku. Pelaksanaan operasi akan di titik beratkan dan dilaksanakan di ruas jalan yang sering ditemui pelanggaran lalu lintas.

“Tujuan operasi agar terwujudnya situasi lalu lintas yang aman, tertib dan lancar pada lokasi yang rawan kecelakaan,” katanya.

Diharapkannya dengan adanya operasi ini pengendara semakin tertib saat berkendara di jalan raya. Ada beberapa jenis pelanggaran yang menjadi sasaran utama operasi zebra ini, terutama pelajar yang masih belum miliki SIM.

“Operasi ini akan digelar di seluruh ruas jalan di wilayah utamanya kawasan rawan pelanggaran lalu-lintas atau yang disebut black spot,” lanjutnya.

Operasi Zebra 2019 juga diharapkan kembali menjadi momen masyarakat Kudus untuk memulai tertib berlalu lintas.  Setelah sebelumnya dilakukan Operasi Patuh Candi pada September lalu.

“Mengingat keselamatan sebenarnya tidak hanya untuk petugas, melainkan demi pengguna jalan sendiri. Mari mulai tertib berlalu lintas dari diri sendiri,” tandasnya.

Sementara Kasat Lantas Polres Kudus AKP Galuh Pandi menjelaskan, dari gelaran operasi-operasi sebelumnya, ratusan pelanggar telah terjaring. Kebanyakan pelanggaran selama ini didominasi pada pelanggaran kelengkapan. Seperti tidak memakai helm, serta kelengkapan kendaraan yang tidak lengkap.

“Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) juga biasanya,” terangnya.

Untuk rentan usia sendiri masih didominasi dari kalangan pelajar hingga pegawai atau pekerja. Oleh karena itu pihaknya akan menambah pendekatan preventif dengan menyosialisasikan tertib berlalu lintas di sekolah-sekolah maupun pabrik-pabrik.

“Apapun kami tak bisa mentoleransi pelajar belum cukup umur dan memiliki SIM karena itu berbahaya, itu menjadi tanggungjawab orangtua demi keselamatan semuanya,” terangnya.

Kasatlantas juga meminta guru untuk tidak mengizinkan anak didiknya menggunakan sepeda motor jika belum punya SIM. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.